Putin Segera Hidupkan Kembali KGB, Ini Peran dan Targetnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Vladimir Putin, presiden Rusia, saat melakukan pertemuan dengan perdanan menterinya, Dmitry Medvedev di Lipno Island, Novgorod, Rusia, 10 September 2016. Sputnik/Kremlin/Alexei Druzhinin/via REUTERS

    Penampilan Vladimir Putin, presiden Rusia, saat melakukan pertemuan dengan perdanan menterinya, Dmitry Medvedev di Lipno Island, Novgorod, Rusia, 10 September 2016. Sputnik/Kremlin/Alexei Druzhinin/via REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow -  Presiden Rusia Vladimir Putin akan menghidupkan kembali dinas intelIjen era Uni Soviet, KGB menyusul kemenangan besar partai  yang dipimpinya, United Russia dalam pemiliu parlemen dua hari lalu.

    Laporan dari koran terkemuka Rusia, Kommersant mengungkap rencana Putin menghidupkan kembali KGB kurang dari 24 jam setelah partai pendukung utama Putin memperkuat cengkeramannya di Duma atau majelis rendah parlemen (DPR), dengan memenangkan 343 kursi dari total 450 kursi.

    Menurut Kommersant, seorang sumber dari Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa kementerian baru yang bernama Kementerian Keamanan Negara atau MGB akan segera dibentuk untuk mendukung layanan intelijen negara komunis tersebut.

    Kementerian tersebut akan membawahi dinas rahasia saat ini, Dinas Keamanan Federal (FSB), dan akan menggabungkan Intelijen Luar Negeri (SVR) dan Federal Protective Service (FSO) yang bertugas menjaga pejabat tinggi negara. Pegabungan tersebut akan mencakup kekuatan yang sama seperti yang dimiliki KGB di masa lalu.

    MGB akan diberikan keleluasaan untuk melakukan investigasi kriminal serta memberikan pengawasan pada kasus yang tengah dijalankan oleh badan-badan penegak hukum kuat lainnya Rusia.

    Kementerian Keamanan Negara baru tidak hanya akan menyelidiki kasus yang dibawa oleh Komite Investigasi Federal dan Kementerian Dalam Negeri, tetapi juga melakukan pengawasan prosedural lembaga ini. Selain itu, kementerian baru akan bertanggung jawab untuk menyediakan keamanan sendiri dalam semua lembaga penegak hukum dan keamanan.

    "Jika sebelumnya FSB hanya memberikan dukungan untuk penyelidikan, maka sekarang akan bertugas mengelola perkembangan kasus mulai dari saat tuntutan pidana diajukan, sampai kasus disidangkan ke pengadilan," kata seorang sumber dari FSB kepada Kommersant.

    Sang sumber juga menekankan bahwa ia berbicara tentang kasus-kasus besar, termasuk tuduhan korupsi. Sumber itu juga mengatakan bahwa agen intelejen akan diberikan wewenang untuk memantau seberapa efisien para penyidik memanfaatkan sumber daya yang disediakan untuk mereka oleh Kementerian Keamanan Negara.

    Selain itu, Komite Investigasi juga akan kembali digabungkan dengan Kejaksaan Agung yang sebelumnya dipisahkan pada 2011. Hal tersebut ditandai dengan ketua Komite Investigasi yang berencana akan mengundurkan diri.

    Sama seperti KGB yang begitu ditakuti pada masanya, kementerian itu juga akan mengawasi penuntutan hukum terhadap kritikus Kremlin.

    Menurut sumber tersebut, MGB akan beroperasi sebelum pemilihan presiden 2018, yang memungkinkan Putin untuk mengamankan periode keempat jabatan presidennnya hingga tahun 2024.

    MGB bukanlah sebutan baru. Ini merupakan nama aparat keamanan negara selama delapan tahun kepemimpinan berdarah Joseph Stalin. MGB lalu diubah menjadi KGB setelah kematian Stalin, dan dibubarkan pada 1991, setelah runtuhnya Uni Soviet.

    Putin sendiri merupakan mantan agen KGB saat era Soviet. Dia dilaporkan bertanggung jawab untuk menjaga keamanan kampung halamannya di Leningrad, sekarang St Petersburg dari para pemberontak anti-komunis.

    Setelah KGB dihapuskan dan berubah menjadi FSB, Putin dipercaya menjadi pemimpinnya dari Juli 1998 sampai Agustus 1999, sebelum menjadi perdana menteri.
    MOSCOW TIMES|TELEGRAPH|YON DEMA
    Baca:
    Pesawat Arab Saudi Bawa Jemaah Haji Dibajak di Filipina? 
    Presiden Duterte: Gagal Berangus Korupsi 6 Bulan, Bunuh Saya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.