Kalahkan Polisi, Para Wanita Seksi Atasi Soal Lalu Lintas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berpose disamping mobil Geely NL3 dalam acara Moscow International Automobile Salon 2016 di Moskow, Rusia, 24 Agustus 2016. AP/Ivan Sekretarev

    Seorang model berpose disamping mobil Geely NL3 dalam acara Moscow International Automobile Salon 2016 di Moskow, Rusia, 24 Agustus 2016. AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO.CO, Nizhny Novgorod - Aparat pemerintahan di sebuah desa di Nizhny Novgorod, Rusia, menerapkan cara unik untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya. Ia mempekerjakan sekelompok model perempuan untuk berkampanye lalu lintas.

    Dengan pakaian seksi, para model itu berdiri berjajar di tepi jalan. Mereka membawa rambu tanda batas kecepatan berangka 40 dan 60. Artinya, pengendara diimbau tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan 40 dan 60 kilometer per jam.

    Salah seorang model mengatakan, para pengemudi biasanya tetap mengebut meski sudah terdapat rambu peringatan batas kecepatan di pinggir jalan. ”Tugas kami membuat mereka memperlambat kendaraan,” ujar dia, Selasa lalu. Perempuan berambut panjang ini hanya mengenakan celana dalam, sepatu bot, topi, dan kacamata hitam.

    Di Rusia, angka kematian di jalan mencapai 30 ribu orang per tahun. Sejumlah pengemudi memuji aturan desa yang terbilang nyeleneh itu. ”Ini menakjubkan,” ujar seorang pengendara laki-laki. ”Saya tentu memperhatikan rambu lalu lintasnya.”

    Igor Mikhailushkin, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Nizhny Novgorod, mengatakan pihaknya memperbanyak rambu agar pengendara mematuhi batas kecepatan. ”Polisi tidak mungkin berbusana seperti model-model itu,” kata dia.

    METRO | MAHARDIKA

    Baca Juga: Wanita Keturunan India Juarai Kontes Miss Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.