Buntut Teror: Prancis Tutup 20 Masjid, Donor Asing Dilarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Paris - Pemerintah Prancis dilaporkan telah menutup sedikitnya 20 masjid dan musala sejak Desember 2015 karena dianggap memberikan ruang terhadap perkembangan Islam radikal di negara tersebut. Penutupan itu dilakukan setelah terjadi serentetan aksi teror, termasuk yang menewaskan 130 orang pada November tahun lalu.

    "Tidak ada tempat di Prancis bagi mereka yang menyerukan kebencian di musala atau di masjid, dan juga bagi mereka yang tidak menghormati prinsip-prinsip negara ini, termasuk kesetaraan antara pria dan wanita," kata Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve, seperti yang dilansir RT.

    "Itu sebabnya saya mengambil keputusan beberapa bulan lalu untuk menutup beberapa masjid melalui keadaan darurat, tindakan hukum, atau tindakan administratif. Sekitar 20 masjid telah ditutup dan akan ada lagi," lanjutnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Cazeneuve juga menyatakan bahwa sedikitnya 80 orang telah diusir dari Prancis sejak 2012 dan puluhan lainnya tengah dalam proses deportasi.

    Ada sekitar 2.500 masjid dan musala yang berdiri di Prancis saat ini. Sekitar 120 di antaranya dianggap terdeteksi mengajarkan Salafisme, paham radikal yang diinterpretasikan dari aliran Sunni.

    Dalam upaya untuk membasmi radikalisasi di Prancis, yayasan baru akan dibuat untuk membantu keuangan dan menjauhkan pendonor radikal ke masjid di Prancis.

    Anouar Kbibech, yang memimpin Dewan Iman Muslim Prancis(CFCM), sebuah organisasi payung kelompok Muslim Prancis, mengatakan yayasan akan digunakan untuk membiayai pembangunan dan menjalankan masjid dengan biaya yang dihasilkan melalui cara yang halal.

    Perdana Menteri Manuel Valls pekan lalu mengatakan akan mengakhiri pendanaan dari luar negeri terhadap masjid di Prancis. Hal ini dilakukan di tengah kekhawatiran pengaruh asing terhadap masjid tertentu di Prancis yang bisa mendorong radikalisasi petugas.

    Sebelumnya, Manuel Valls telah mempertimbangkan untuk membekukan aliran dana dari luar negeri ke masjid-masjid yang ada di Prancis dan mendesak adanya "model baru" dalam kerja sama dengan negara pendonor.
     
    RT | FRANCE 24 | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.