Paus Fransiskus: Islam Tidak Terkait Kekerasan Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus (kiri), berdoa bersama Imam Besar Istanbul, Rahmi Yaran, di Masjid Sultan Ahmet di Istanbul, Turki, 29 November 2014. Paus bertemu dengan para pemimpin Turki dan mendesak para pemimpin Muslim untuk mengutuk

    Paus Fransiskus (kiri), berdoa bersama Imam Besar Istanbul, Rahmi Yaran, di Masjid Sultan Ahmet di Istanbul, Turki, 29 November 2014. Paus bertemu dengan para pemimpin Turki dan mendesak para pemimpin Muslim untuk mengutuk "aksi kekerasan biadab" yang dilakukan atas nama Islam terhadap kelompok agama minoritas di Irak dan Suriah. AP/L'Osservatore Romano

    TEMPO.COVatikan - Pemimpin gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus, menegaskan bahwa ketidakadilan sosial dan menjadikan uang sebagai Tuhan adalah penyebab terjadinya terorisme. Dengan demikian, Paus menilai terjadi kekeliruan mengidentifikasi Islam dengan kekerasan dalam aksi-aksi terorisme. 

    "Saya pikir tidak tepat mengidentifikasi Islam dengan kekerasan. Ini tidak tepat dan ini tidak benar," kata Paus kepada jurnalis dalam pesawat yang membawanya pulang dari Polandia ke Roma, 1 Agustus 2016. 

    Menurut Paus Fransiskus, hampir semua agama memiliki kelompok fundamentalis. "Kami juga punya," ujarnya merujuk pada agama Katolik. 

    Baca : Paus Fransiskus Kutuk Penyanderaan di Gereja di Prancis

    Paus Fransiskus menanggapi pertanyaan jurnalis sehubungan dengan pembunuhan terhadap pastor Katolik Roma, Jaqcues Hamel, oleh dua pengikut kelompok teroris ISIS pada Selasa pagi, 26 Juli 2016. Pastor Hamel memimpin misa pagi di Gereja Gambetta, Saint-Etienne-en-Rouvray, di dekat Kota Rouen, Prancis, ketika dua pelaku menyerang, menyandera, hingga membunuh pastor 85 tahun itu. 

    Paus menjelaskan, terorisme tumbuh ketika tidak ada pilihan dan uang menjadi tuhan. “Ini yang pertama membentuk terorisme. Menentang kemanusiaan adalah dasar dari terorisme,” tutur Paus Fransiskus. 

    Baca : Paus Fransiskus Kunjungi Kamp Nazi Auschwitz 

    Selain itu, sedikitnya peluang ekonomi bagi orang muda di Eropa menjadi pemicu terjadinya terorisme. Mereka jadi pengangguran kemudian terlibat narkoba, alkohol, atau ikut ISIS. Manusia tidak menjadi pusat dalam perekonomian dunia.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.