Pasien Tembak Mati Dokter di Rumah Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Jason Lee

    REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Berlin - Seorang pasien menembak dokter laki-laki di rumah sakit Berlin, Jerman, pada Selasa, 26 Juli 2016, waktu setempat. "Menurut informasi awal, pasien di rumah sakit itu menembak dokter kemudian bunuh diri," kata seorang juru bicara kepolisian, seperti dilansir Sky.com pada Rabu, 27 Juli 2016.

    Polisi itu menjelaskan, dokter tersebut meninggal setelah ditembak. Penembakan itu terjadi di dalam rumah sakit yang tak jauh dari kampus Benjamin Franklin. Saat ini polisi belum melansir identitas korban dan pelaku itu. Kepolisian Jerman juga tidak dapat memastikan, apakah insiden ini terkait dengan teror sebelumnya.

    Tapi, sejauh ini, ucap polisi itu, tidak ada tanda-tanda adanya hubungan antara penembakan dan terorisme. Dalam sepekan terakhir ini, muncul rangkaian serangan di sejumlah kota di Jerman. Hal ini mendorong pejabat memperketat pengawasan di negara itu. Apalagi sebelumnya pada 18 Juli, empat penumpang kereta api diserang dengan kapak oleh seseorang tak dikenal di Wuerzburg.

    Sedangkan pada akhir pekan lalu, seseorang melakukan bom bunuh diri di luar bar anggur di Kota Ansbach. Kejadian ini melukai 12 orang. Pada hari yang sama, ada insiden seorang pengungsi Suriah berusia 21 tahun yang ditangkap karena membunuh wanita hamil menggunakan parang.

    Sebelumnya, seorang remaja keturunan Jerman-Iran bernama David Ali Sonboly, 18 tahun, mengamuk di pusat perbelanjaan Muenchen dan menewaskan sembilan orang. Kejadian ini menambah rentetan panjang aksi penyerangan terhadap warga di Jerman.

    SKY.COM | AVIT HIDAYAT

    BACA JUGA
    Cuitan Sudirman Said Usai dari Istana: Tugas Besar Selesai
    Dijagokan Lawan Ahok, Kenapa Risma Disebut Mirip Jokowi?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.