Terungkap, Taruna Australia Dipaksa Saling Memperkosa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry (kanan) bercanda dengan anggota Mobile Force North-West (NORFORCE) saat berkunjung ke komunitas Wuggubun di wilayah Kununurra, Darwin, Australia, 20 April 2015. Pangeran yang dijuluki Kapten Wales itu akan mengakhiri karier militernya yang telah berlangsung selama 10 tahun terakhir, pada Juni mendatang. AP/Oliver Carter

    Pangeran Harry (kanan) bercanda dengan anggota Mobile Force North-West (NORFORCE) saat berkunjung ke komunitas Wuggubun di wilayah Kununurra, Darwin, Australia, 20 April 2015. Pangeran yang dijuluki Kapten Wales itu akan mengakhiri karier militernya yang telah berlangsung selama 10 tahun terakhir, pada Juni mendatang. AP/Oliver Carter

    TEMPO.CO, Sydney- Informasi mengerikan tentang praktek kekerasan seksual di sekolah militer Australia terungkap setelah Komisi Respon Kelembagaan untuk Pelecehan Seksual terhadap Anak (RCIRCSA)  menemukan taruna (calon tentara) telah dipaksa untuk saling melecehkan, saling memperkosa. Praktek kotor itu terjadi selama beberapa dekade tanpa pernah diketahui. 

    RCIRCSA telah menerima tidak kurang dari 111 laporan tentang insiden pelecehan seksual yang dilakukan terhadap taruna angkatan laut dengan rata-rata usia 15 tahun pada tahun 1960 sampai 1980-an.

    "RCIRCSA mendengar bahwa sebagian besar pelecehan itu dilakukan oleh perekrut senior sebagai bagian dari tadisi informal untuk mempermalukan pendatang baru di angkatan laut, " kata seorang pengacara yang membantu penyelidikan Angus Stewart.

    "Yang selamat memberikan bukti bahwa mereka menjadi korban pelecehan seksual serius, termasuk cumbuan pada alat kelamin, masturbasi, oral seks, dan penetrasi anal oleh penis atau benda lain," ujar Stewart.

    Perintah untuk melakukan perbuatan itu biasanya terjadi dalam enam bulan pertama sejak anak laki-laki bergabung ke sekolah. Mereka secara berkelompok didorong untuk mengambil bagian dalam berbagai tindakan seksual kasar terhadap satu orang.

    Seperti dilansir dari RT.com, dua lembaga dilaporkan menyumbang lebih dari 50 kasus dari 111 yang tercatat - HMAS Leeuwin, di Australia Barat, dan satu sekolah magang tentara di Balcombe, Victoria.

    Mengapa kasus ini tidak pernah terungkap ke publik? Rasa takut dan malu di kalangan pemuda atas kemungkinan mendapat penghinaan publik membuat kasus tidak pernah dilaporkan selama bertahun-tahun. Lebih buruk lagi, mereka yang berbicara sering dianggap berbohong.
    RT.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.