Polisi Prancis dan Istrinya Tewas Ditusuk ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Satuan Intervensi Gendarmerie Nasional (GIGN) bersiap mengikuti pelatihan penanganan serangan teroris di hadapan Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve di la Gare Montparnasse, Paris, 20 April, 2016. REUTERS

    Anggota Satuan Intervensi Gendarmerie Nasional (GIGN) bersiap mengikuti pelatihan penanganan serangan teroris di hadapan Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve di la Gare Montparnasse, Paris, 20 April, 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Paris - Seorang penyerang membunuh komandan polisi Prancis dan istrinya di kediaman korban di daerah pinggiran Paris, sebelum dia tewas ditembak petugas kepolisian lainnya.

    Serangan yang berlangsung pada Senin petang waktu setempat, 14 Juni 2016, itu diklaim dilakukan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok militan itu mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagaimana diwartakan Al Jazeera, Selasa, 14 Juni 2016.

    Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan penyerang menusuk perwira polisi itu di luar rumahnya, selanjutnya pelaku bersembunyi di dalam rumah korban dengan menyandera anaknya yang berusia tiga tahun.

    Usaha negosiasi berakhir dengan kebuntuan dan polisi menyerbu rumah yang terletak di kawasan Magnanville itu sehingga menewaskan pelaku. Mayat istri polisi tersebut ditemukan di dalam rumah, sedangkan anak laki-lakinya berhasil diselamatkan.

    "Negosiasi tidak berhasil, sebuah keputusan dibuat untuk melancarkan serangan terhadap pelaku," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Pierre-Henry Brandet, seperti ditulis kantor berita Reuters.

    Al Jazeera menulis, pejabat berwenang Prancis tidak mengungkapkan identitas korban.

    Jika pernyataan ISIS itu benar bahwa mereka pelaku serangan, maka ini merupakan serangan pertama ISIS sejak mereka melancarkan serangan mematikan dengan bom dan senjata di Paris pada November 2015 yang menyebabkan 130 orang tewas.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?