Presiden Brasil Lengser, Voting Senat Disambut Tepuk Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil, Dilma Rousseff. REUTERS/Ueslei Marcelino

    Presiden Brasil, Dilma Rousseff. REUTERS/Ueslei Marcelino

    TEMPO.CO, Jakarta - Senat Brasil akhirnya mengambil keputusan melengserkan sementara atau menskors Dilma Rousseff dari jabatannya sebagai presiden. Sebanyak 55 suara menyatakan setuju mengadili Rousseff atas tuduhan memanipulasi anggaran, sedangkan 22 suara lain menentang.

    Masa skorsing untuk Rousseff itu berlangsung hingga proses pengadilan selesai. Senat memang mendapat kuasa mengambil alih dalam memutuskan status Rousseff. Debat panjang mewarnai proses pengambilan keputusan dalam sidang yang berlangsung lebih dari 20 jam itu.

    "Suasana perdebatan di Senat terasa berbeda dengan perdebatan di Dewan Perwakilan bulan lalu,” bunyi laporan media setempat, NPR, Kamis, 12 Mei 2016. Tepuk tangan mengiringi pembacaan hasil voting keputusan terhadap Rousseff. Dia dituduh bersalah karena menyembunyikan defisit anggaran negara.

    Hal ini dilakukan di tengah ekonomi Brasil yang lesu, sehingga tingkat popularitas dan kepercayaan publik terhadap Rousseff menurun. Di sisi lain, pendukung Rousseff menyebutkan proses ini sebagai bentuk lain dari kudeta. Wakil Presiden Michel Temer akan menjabat presiden sementara menggantikan Rousseff.

    BBC | GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.