Memburu Penculik, Tentara Ethiopia Masuk Sudan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari tradisional tampil memeriahkan Festival Nasionalisme dan Kebangsaan di Gambela, Ethiopia, 9 Desember 2015. Festival ini dirayakan untuk memperingati kebebasan bangsa Ethiopia dari rezim militer. REUTERS/Tiksa Negeri

    Penari tradisional tampil memeriahkan Festival Nasionalisme dan Kebangsaan di Gambela, Ethiopia, 9 Desember 2015. Festival ini dirayakan untuk memperingati kebebasan bangsa Ethiopia dari rezim militer. REUTERS/Tiksa Negeri

    TEMPO.CO, Gambela - Pasukan Ethiopia menerobos masuk wilayah Sudan Selatan untuk mencari lebih dari seratus anak yang diculik kelompok militan dari perbatasan Sudan Selatan. Selain itu, penculik membunuh 208 orang.

    Menurut sejumlah saksi mata, para penyerang yang menggunakan senjata mesin juga membunuh seseorang yang mencoba menghentikan mereka saat mengambil anak-anak, termasuk perempuan. "Mereka juga mengambil paksa lebih dari 2.000 hewan ternak," ujar saksi mata.

    Jumlah anak-anak yang diculik antara 102 dan 125 orang.

    "Tentara melakukan pengintaian sebelumnya. Mereka telah mengetahui posisi anak-anak yang diculik itu di Sudan Selatan," ucap Getachew Reda, Menteri Informasi, kepada kantor berita AFP. "Kami mendapatkan persetujuan dari pemerintah Sudan Selatan untuk melakukan operasi militer."

    Wartawan Al Jazeera, Catherine Soi, melaporkan dari Gambela, Ethiopia barat, tempat penculikan berlangsung, beberapa saksi mata yang dihubungi mengatakan para pria bersenjata itu terorganisasi dengan baik. Mereka menggunakan seragam militer.

    Korban selamat menuturkan kepada Al Jazeera di rumah sakit setempat, tujuh anggota keluarganya tewas dibunuh. Pasien perempuan yang ditembak empat kali menjelaskan, anak laki-lakinya berusia 3 tahun tewas ditembak.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.