Dua Pengungsi Idomeni di Yunani Membakar Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pria berupaya memadamkan api yang membakar seorang pengungsi dalam upaya

    Sejumlah pria berupaya memadamkan api yang membakar seorang pengungsi dalam upaya "bakar-diri" dalam aksi protes menuntut perbatasan Yunani-Macedonia dibuka, di sebuah kamp darurat dekat desa Idomeni, Yunani, 22 Maret 2016. Parang pengungsi tertahan dengan bekal makanan seadanya. REUTERS/Kostas Tsironis

    TEMPO.CO, Athena - Dua pengungsi yang tinggal di kamp Idomeni, Yunani, membakar diri sendiri. Aksi membakar diri dilakukan kedua pengungsi saat berlangsung protes pengungsi yang menuntut perbatasan Yahudi-Macedonia dibuka.  

    Dua pengungsi itu, seperti dilansir Sputniknews.com, mendadak merobek pakaiannya, menyiramkan cairan ke tubuhnya, lalu menyalakan api.

    Baca juga: Kamp Pengungsi Timteng 'Idomeni' Lebih Buruk daripada Kamp Nazi  

    Aksi bunuh diri kedua pengungsi digagalkan orang-orang yang berada di sekitar mereka. Keduanya saat ini dalam perawatan untuk mengobati bagian tubuh mereka yang terbakar.

    Pekan lalu, Uni Eropa dan Turki sepakat menutup pintu bagi para pengungsi yang datang dari Timur Tengah. Para pengungsi ini pun tertahan di Yunani. Rencananya, Yunani mulai Senin, 21 Maret 2016, mengembalikan para pengungsi ke negaranya. Namun rencana itu ditunda.

    Baca juga: Pengungsi Suriah di Kamp Yunani Terobos Macedonia  

    Kamp pengungsi Idomeni terletak dekat dengan perbatasan Macedonia. Sekitar sepuluh ribu pengungsi tinggal di pengungsian itu.

    Awal Maret lalu, Menteri Dalam Negeri Yunani Panagiotis Kouroumplis mengunjungi kamp itu. Menurut dia, kondisi kamp yang dihuni pengungsi asal Timur Tengah itu lebih buruk dibanding kamp konsentrasi Nazi di Dachau.

    REUTERS | SPUTNIK NEWS | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.