Pangeran William Ditolak Menginap di Hotel Mewah Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William dan istrinya Kate Middleton berjalan dengan menggunakan payung usai hadiri Misa Natal yang digelar secara tradisional di Gereja St. Mary Magdalene di Sandringham, Inggris, 25 Desember 2015. REUTERS

    Pangeran William dan istrinya Kate Middleton berjalan dengan menggunakan payung usai hadiri Misa Natal yang digelar secara tradisional di Gereja St. Mary Magdalene di Sandringham, Inggris, 25 Desember 2015. REUTERS

    TEMPO.COParis - Menjadi bagian dari takhta kerajaan Inggris tidak serta-merta membuat Pangeran William bisa mendapat apa yang dia inginkan. Baru-baru ini terungkap dia dan istrinya, Kate Middleton, ditolak menginap di hotel bintang lima di Prancis.

    Adalah Le Hotel Marotte di Amiens yang mengaku telah menolak pemesanan kamar oleh keluarga kerajaan saat akan mewakili Inggris untuk mengikuti acara 100 tahun peringatan Pertempuran Somme di Prancis.

    Menurut manajer hotel, Oliver Walti, penolakan tersebut terpaksa dilakukan karena kamar di hotel mereka penuh dan sudah dipesan setahun lalu. Menurut dia, sebelumnya Kementerian Luar Negeri Prancis telah menghubungi hotel pada Januari lalu guna memastikan ketersediaan kamar untuk keluarga kerajaan.

    "Kami harus menolak tawaran itu, tidak mungkin. Kamar kami penuh, semuanya telah dipesan sejak tahun lalu," katanya.

    Seperti dilansir Economic Times pada 8 Maret 2016, Kementerian Luar Negeri Prancis memesan empat kamar bagi Pangeran William, Kate, dan pengawalnya untuk perayaan pada 1 Juli mendatang. Mereka menghubungi Le Hotel Marotte karena itu satu-satunya hotel bintang 5 di daerah sekitar medan perang.

    Acara peringatan tersebut berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2016. Pejabat dan kerabat dari mereka yang meninggal selama Perang Dunia I akan menghadiri perayaan itu. The Duke dan Duchess of Cambridge beserta Pangeran Harry akan mewakili Ratu dan pemerintah Inggris.

    Pertempuran Somme adalah salah satu yang paling berdarah dalam Perang Dunia I. Lebih dari satu juta orang mati, terluka atau hilang antara Juli dan November 1916. Inggris dan Prancis menjadi panitia bersama perayaan ulang tahun yang diperkirakan akan dihadiri 25 ribu orang.

    THE ECONOMIC TIMES|TIMES OF INDIA|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.