Trump Dikeroyok Kandidat Lain Saat Debat Republik di Detroit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat Presiden dari Partai Republik Marco Rubio dan rivalnya Donald Trump saat debat kanidat di Detroit, Michigan, 3 Maret 2016. REUTERS/Jim Young

    Kandidat Presiden dari Partai Republik Marco Rubio dan rivalnya Donald Trump saat debat kanidat di Detroit, Michigan, 3 Maret 2016. REUTERS/Jim Young

    TEMPO.CODetroit - Kandidat terkuat calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menjadi sasaran utama serangan oleh kandidat Republik lain dalam sesi debat yang berlangsung pada Kamis malam, 4 Maret 2016, di Detroit.

    Dalam debat yang diikuti tiga pesaingnya, Marco Rubio, Ted Cruz, dan John Kasich, Trump dicecar pertanyaan yang cukup menyudutkannya.

    Seperti dilansir The New York Times pada 4 Maret 2016, dalam kesempatan tersebut, Rubio mengatakan Trump tidak dapat dipercaya dan tidak beradab. Sedangkan Cruz “menghajar” Trump dengan pertanyaan mengenai sumbangan uang untuk kampanye presiden Hillary Clinton pada 2008 dan calon Demokrat lain.

    Selain itu, Rubio menanyakan soal penempatan pabrik pakaian milik Trump di Cina dan Meksiko, bukannya di Amerika. Trump menanggapinya dengan berjanji segera memindahkannya ke Amerika.

    Sebelum perdebatan, Trump juga lebih dulu diserang beberapa petinggi Partai Republik, salah satunya mantan kandidat Presiden Amerika, Mitt Romney, yang mengatakan pebisnis tersebut adalah sosok yang serakah, tukang pamer, kerap melontarkan kebencian, dan suka berbohong.

    Romney, yang kalah dalam pertarungan dengan Barack Obama, menuduh bahwa janji Trump tentang membuat Amerika menjadi besar adalah omong kosong. Ia justru menganggap pengusaha tersebut akan membuat Amerika menjadi lebih buruk.

    Namun Trump menanggapi Romney dengan menghina kegagalan Romney mengalahkan Obama.

    "Dia adalah calon yang gagal," kata Trump. "Dia seharusnya dapat mengalahkan Presiden Obama dengan sangat mudah."

    Serangan-serangan tersebut ditujukan agar dapat membendung laju dukungan terhadap Trump yang mengalir dengan begitu deras. Hal itu terbukti dari kemenangan taipan properti Amerika tersebut dalam pemilihan pendahuluan di 10 dari 15 negara bagian yang telah diselenggarakan.

    BBC | NEW YORK TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.