Anggota Antiteror Saudi Dibunuh Keluarganya yang Pro-ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara membawa peluncur roket saat defile militer pengamanan Ibadah Haji di Mekkah, Arab Saudi, 17 September 2015. ISIS pernah menyerang sebuah masjid di dalam kompleks polisi yang menewaskan 15 orang di wilayah barat Arab Saudi pada 6 Agustus 2015. REUTERS/Ahmad Masood

    Tentara membawa peluncur roket saat defile militer pengamanan Ibadah Haji di Mekkah, Arab Saudi, 17 September 2015. ISIS pernah menyerang sebuah masjid di dalam kompleks polisi yang menewaskan 15 orang di wilayah barat Arab Saudi pada 6 Agustus 2015. REUTERS/Ahmad Masood

    TEMPO.CO, Qassim - Video yang menunjukkan pendukung kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membunuh keluarga mereka di Arab Saudi telah beredar di media sosial.

    Portal berita Al Arabiya yang memperoleh informasi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dan seorang anggota keluarga korban mengungkapkan situasi di balik kejadian tragis dalam tayangan di video itu.

    Korban diidentifikasi oleh Kementerian sebagai Badr Hamdi al-Rashidi, anggota pasukan antiteror kerajaan di Qassim.

    Baca juga: Cina Penjarakan Pastor dan Istrinya Selama Belasan Tahun

    Rashidi tewas dibunuh enam anggota keluarganya. Kejadian berawal saat sepupu dari ibu korban bernama Wael menghubungi Rashidi. Wael, dokter di salah satu rumah sakit di Riyadh, mengatakan memiliki beberapa barang untuk diberikan kepada ibu Rashidi.

    Rashidi yang tidak curiga meninggalkan rumah untuk bertemu dengan Wael. Istri Rashidi mulai merasa khawatir saat suaminya tidak kembali ke rumah dan tidak mengangkat teleponnya. Dia kemudian memberi tahu saudara-saudara suaminya.

    Baca juga: Mahathir Mohamad Mundur dari UMNO

    Pencarian dilakukan dengan melibatkan polisi. Rashidi ditemukan tewas tertembak di sebuah daerah terpencil di dekat sebuah pom bensin yang berada di antara Kota Buraidah dan Unaizah. Mayatnya ditemukan polisi setelah warga melaporkan tentang suara tembakan.

    Bandar, saudara kandung Rashidi, menyatakan pembunuhan terhadap saudaranya sebagai pengkhianatan. Rashidi, 30 tahun, adalah ayah dari dua anak dan sedang menunggu anak ketiga. Ia juga mengurus ibunya dan saudara lain yang cacat yang tinggal bersamanya.

    Baca juga: Jurnalis Turki Dibebaskan, Erdogan: Saya Tak Menaruh Hormat 

    Bandar mengidentifikasi enam pelaku pembunuhan sebagai Wael al-Rashidi, Moataz al-Rashidi, Nail al-Rashidi, Zaher al-Rashidi, Sami al-Rashidi, dan Ibrahim Khalaf. Mereka berusia18-32 tahun.

    Enam saudara Rashidi itu berencana membunuh lebih dari satu orang dan mencoba menghubungi anggota kerabat lain. Namun Rashidi merupakan satu-satunya orang yang berhasil mereka hubungi dan diajak keluar dari rumahnya.

    Bandar menegaskan, ia dan mendiang tidak memiliki hubungan dekat dengan para pelaku pembunuhan. Mereka, tutur dia, hanya terlihat saat berkumpul untuk merayakan Idul Fitri dan acara lain.

    Belakangan muncul video yang dirilis ISIS tentang pembunuhan Rashidi. ISIS mengklaim para pembunuh adalah pendukung kelompok itu.

    ALARABIYA | MECHOS DE LAROCHA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?