Imlek di Singapura, Bisnis Sewa Pacar Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang penyelam menari bersama naga buatan di KLHS akuarium sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek di Pulau Sentosa, Singapura, (30/1). (AP Photo/Wong Maye-E)

    Dua orang penyelam menari bersama naga buatan di KLHS akuarium sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek di Pulau Sentosa, Singapura, (30/1). (AP Photo/Wong Maye-E)

    TEMPO.CO, Singaura - Perayaan Imlek atau tahun baru Cina di Singapura disambut meriah. Mayoritas warga setempat merayakannya, tak terkecuali kaum belia di sana. Bagi sebagian muda-mudi di Singapura, Imlek menyisakan gundah hati. Mereka kerap ditanya oleh sanak famili, "Mana pacarmu?"

    Untuk yang belum memiliki pacar saat tahun baru, situasi tersebut sangat tidak mengenakkan. Kondisi seperti itu ditangkap oleh lembaga penyedia pacar di Singapura, salah satunya Rent A Gent.

    Menurut juru bicara Rent A Gent kepada Vulcan Post, permintaan penyediaan pacar di saat Imlek meningkat hingga 300 persen dibandingkan dengan hari biasa. Pacar yang disediakan oleh lembaga ini bisa untuk kencan, teman di hari-hari biasa, atau dikenalkan kepada sanak famili saat Imlek demi menghentikan pertanyaan, "Kapan kamu punya pacar?" atau "Kapan rencana menikah?".

    Lantas, berapa jumlah orang yang mencari pacar saat Imlek? Rent A Gent menjelaskan, jumlahnya mendekati 30 klien. "Kami biasanya menerima lims hingga 10 klien setiap bulan. Namun saat perayaan tahun baru Cina, permintaan pacar meningkat hingga 30 klien," kata juru bicara Rent A Gent tersebut.

    "Kami memiliki segmen perempuan muda kelas menengah, tapi banyak pula yang usianya lebih tua, yakni berumur 50 tahun. Mereka umumnya menginginkan pacar intelek, hangat untuk dijadikan teman, enak untuk diajak melakukan berbagai aktivitas, seperti makan atau berolahraga, atau menemani berbagai keperluan."

    Apakah Rent A Gent sebuah usaha yang mendatangkan laba? Bisa jadi lembaga ini sudah meraih untung. Ini merupakan bisnis sangat kecil, tapi menarik. Hingga saat ini, Ren A Gent terus-menerus menerima order dari para pemuda lajang. Mereka dikutip bayaran Sin$ 240 atau sekitar Rp 2,3 juta per jam hingga Sin$ 6.500 atau setara dengan Rp 63 juta per hari.

    "Usaha ini layak digeluti dan ada pasar yang pasti. Namun yang jelas, bisnis ini sangat menarik dan sama sekali bukan bisnis mainstream," tutur Rent A Gent.



    WOMEN.ASIAONE.COM | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.