Singapura Deportasi Khatib Jumat Penyebar Kebencian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Nalla Mohamed Abdul Jameel. Robin Choo/TODAY

    Imam Nalla Mohamed Abdul Jameel. Robin Choo/TODAY

    TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura mendeportasi seorang.khatib salat Jumat asal India, yang menyebarkan kebencian terhadap umat Kristen dan Yahudi saat khotbah.

    Meski Nalla Mohamed Abdul Jameel Abdul Malik telah mengaku bersalah dan meminta maaf karena khotbah pada 6 Januari lalu, Kementerian Dalam Negeri Singapura  menegaskan tidak dapat menoleransi.

    "Dia akan dikirim pulang. Setiap pemimpin agama dari setiap agama yang mengeluarkan pernyataan seperti itu akan diminta bertanggung jawab dengan tindakan mereka," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Singapura, seperti dilansir Today Online pada 4 April 2017.

    Nalla bekerja sebagai kepala Masjid Jamek Chulia di Singapura sejak 7 tahun lalu. Nalla yang berasal dari India sebelumnya menyatakan permintaan maaf kepada perwakilan umat Kristen, Sikh, Taoisme, Budha, Hidu, dan perwakilan Federasi Muslim India.

     Baca: Khatib Jumat Suarakan Permusuhan Didenda dan Minta Maaf

    Dia juga harus membayar denda sebesar 4.000 dolar Singapura atau setara Rp 38,1 juta sebagai hukuman atas kotbahnya yang dinilai menyuarakan permusuhan terhadap umat nonmuslim.

    Nalla mengatakan dirinya sangat menyesal dengan perbuatannya yang menimbulkan ketidaknyamanan, ketegangan, bahkan trauma.

    Khotbah Nalla yang dinilai menyebarkan kebencian terjadi pada Januari dan Februari 2017 lalu. Dalam kotbah, Nalla mengutip isi ayat dalam bahasa Arab tua yang aslinya berasal dari desanya di India.

    Ayat itu isinya : Allah menolong kita menolak Yahudi dan Kristen. Kemudian diketahui ayat itu tidak berasal dari Al-Quran.

    Rekaman video, kotbah Nalla kemudian diunggah di Facebook yang kemudian memunculkan debat seru. Hingga Menteri bidang urusan Muslim , Yaacob Ibrahim turun tangan menyerukan perdamaian dan persatuan sesama umat Muslim.

    CHANNEL NEWS ASIA | TODAY ONLINE | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.