Serangan Udara AS Diklaim Tewaskan Jagal ISIS Jihadi John  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jihadi John dikenal dengan logat multikultural London dan warna kulit kecoklatan. Sementara Mohammed Emwazi pernah beberapa kali ditangkap dan dilarang ke luar negeri atas sejumlah kasus yang diduga terkait dengan aktivitasnya dengan beberapa jaringan ekstrimis.  REUTERS/SITE Intel Group/Handout via Reuters

    Jihadi John dikenal dengan logat multikultural London dan warna kulit kecoklatan. Sementara Mohammed Emwazi pernah beberapa kali ditangkap dan dilarang ke luar negeri atas sejumlah kasus yang diduga terkait dengan aktivitasnya dengan beberapa jaringan ekstrimis. REUTERS/SITE Intel Group/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Raqqa - Amerika Serikat telah melakukan serangan udara di Suriah dengan menargetkan Jihadi John, jagal dari kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Pria asal London yang awal tahun ini diketahui merupakan lulusan Universitas Westminster dengan nama Mohammed Emwazi itu tewas setelah tertembak peluru kendali di dekat Raqqa, Suriah, Rabu, 11 November 2015.

    Situs Mirror, 13 November 2015, menyatakan Pentagon masih mengevaluasi hasil serangan itu, meskipun seorang pejabat senior Amerika mengatakan kepada CNN bahwa target telah lama dipantau dan mereka yakin itu adalah Jihadi John ketika tembakan dilepaskan.

    "Pasukan AS melakukan serangan udara di Raqqa, Suriah, pada 12 November 2015, dengan menargetkan Mohammed Emwazi alias Jihad John," ucap Sekretaris Pers Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan yang dilansir Mirror. "Kami menilai hasil operasi malam ini dan akan memberikan informasi tambahan sebagaimana seharusnya."

    Pejabat lain juga mengkonfirmasi ke CNN bahwa ia sedang dalam perjalanan dengan kendaraan saat penembakan terjadi. Menurut kesaksiannya, serangan diluncurkan dari pesawat tak berawak alias drone.

    Jihadi John adalah pria dengan penutup wajah yang selalu terlihat dalam sejumlah video penjagalan tahanan ISIS. Video menunjukkan Jihadi John membunuh wartawan Amerika, Steven Sotloff dan James Foley; pekerja bantuan AS, Abdul-Rahman Kassig; pekerja bantuan Inggris, David Haines dan Alan Henning; wartawan Jepang, Kenji Goto; dan sejumlah sandera ISIS lain.

    MIRROR.CO.UK |MECHOS DE LAROCHA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.