Via Facebook, Presiden Myanmar Beri Selamat Suu Kyi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Myanmar President Thein Sein speaks during a joint press conference with South Korean President Park Geun-hye following the ASEAN-Republic of Korea Commemorative Summit in Busan, South Korea (12/12). AP/Jung Yeon-je

    Myanmar President Thein Sein speaks during a joint press conference with South Korean President Park Geun-hye following the ASEAN-Republic of Korea Commemorative Summit in Busan, South Korea (12/12). AP/Jung Yeon-je

    TEMPO.CO, Yangon - Presiden Myanmar Thein Sein mengucapkan selamat kepada partai yang dipimpin Aung San Suu Kyi melalui akun Facebook resminya. Thein Sein juga bersumpah akan menghormati hasil jajak pendapat dan bekerja sama dengan pemerintah baru.

    Panglima militer, Min Aung Hlaing, juga menyatakan bersumpah "siap bekerja sama dengan pemerintah baru selama periode pasca-pemilu".

    Seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 2 November 2015, pernyataan tersebut disampaikan dua pemimpin tersebut  di halaman Facebook setelah partai oposisi pimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (LND), hampir pasti memenangi pemilu yang bersejarah tersebut.

    Berdasarkan penghitungan sementara hingga Kamis pagi, NLD telah menyapu 273 kursi, 56 kursi lebih banyak ketimbang jumlah standar untuk menguasai pemerintahan Myanmar.

    Sebelumnya pada Rabu lalu, Suu Kyi menyerukan pembicaraan rekonsiliasi nasional dengan panglima militer dan Thein Sein, menekankan kebutuhan untuk transisi damai.

    Banyak pendukung NLD mencurigai bahwa tentara dan koalisi parlemen akan menodai proses demokrasi tersebut seperti pada masa lalu.

    Partai Suu Kyi memenangi pemilu 1990. Namun militer kemudian mengabaikan hasil tersebut dan memperketat cengkeramannya pada kekuasaan.

    Di bawah sistem politik yang rumit, Presiden Thein Sein akan tetap memegang perannya sampai Maret tahun depan. Kesediaan junta bekerja sama itu meninggalkan kekhawatiran bahwa akan terjadi krisis politik dalam kurun waktu tersebut.

    CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.