Amerika Tuding ISIS Pasang Bom di Pesawat Metrojet Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Rusia melakukan investigasi pada puing-puing pesawat Metrojet Rusia yang mengalami kecelakaan di semenanjung Sinai, Rusia, 2 November 2015. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    Tentara Rusia melakukan investigasi pada puing-puing pesawat Metrojet Rusia yang mengalami kecelakaan di semenanjung Sinai, Rusia, 2 November 2015. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.CO, Kairo - Empat hari setelah pesawat Airbus Rusia jatuh di Sinai dan menewaskan 224 orang penumpangnya, para pejabat Amerika Serikat dan Inggris percaya pesawat Rusia yang jatuh di atas semenanjung Sinai itu hancur akibat  bom.

    Seorang pejabat AS yang tak ingin identitasnya diungkap mengatakan sebuah bom telah diletakkan oleh militan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) atau afiliasinya di atas pesawat. "Sebuah bom adalah skenario yang sangat mungkin," kata pejabat AS itu, seperti yang dilansir The Guardian Kamis 5 November 2015.

    Selain itu, seorang pejabat AS lain juga mengatakan bahwa hasil penyelidikan intelejen menunjukan bahwa sebuah bom telah ditanam di pesawat oleh ISIS atau salah satu afiliasinya.

    Dua pejabat AS dan seorang pejabat Eropa lainnya juga mengatakan bahwa laporan intelijen lebih condong ke arah terorisme sebagai penyebab kecelakaan itu. Namun, mereka tak memiliki bukti yang konkrit.

    Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris, Philip Hammond mengatakan ada "kemungkinan yang cukup besar" pesawat itu dijatuhkan oleh bom. Dia merilis pernyataan ini setelah melakukan pertemuan dengan Tim Tanggap Darurat Inggris.

    Pasca jatuhnya pesawat Metrojet milik Rusia tersebut, ISIS berulangkali menyatakan bertanggung jawab dengan insiden tersebut. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin membantah klaim kelompok ISIS tersebut.

    Seorang ahli keselamatan penerbangan Chris Yates, turut mendukung pernyataan dari pejabat AS dan Inggris tersebut dengan mengatakan bahwa ada keterlibatan orang dalam untuk menyusupkan bom ke dalam pesawat saat pesawat itu tinggal landas di bandara Sharm el-Sheikh, Mesir.

    THE GUARDIAN|MIRROR|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.