TRAGEDI MINA: Dugaan Hilangnya 225 Jemaah Haji Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    TEMPO.CO, Mekah - Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat mengatakan 225 jemaah Indonesia belum kembali ke kelompok terbang masing-masing setelah insiden Mina. Mereka berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) BTH (Batam) 14 sebanyak 14 orang, Kloter SUB (Surabaya) 48 sebanyak 19 orang, dan Kloter JKS (Jakarta Bekasi) 61 sebanyak 192 orang.

    Namun pihaknya belum bisa memastikan jemaah yang belum kembali tersebut, termasuk korban peristiwa Mina. "Ada beberapa alasan jemaah belum kembali ke pemondokan. Misalnya, sedang beribadah ke Masjidil Haram, tersesat, berkunjung ke kerabatnya di maktab lain, dan sebagainya," kata Arsyad, Jumat, 25 September 2015.

    Saat ini Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menginventarisasi data jemaah dari para ketua kloter yang diduga pada waktu tersebut melintas di sekitar kejadian. Juga, melakukan penyisiran jemaah yang dirawat di semua rumah sakit Arab Saudi di Kota Mekah.

    Data jemaah meninggal dunia yang sebelumnya dirilis berjumlah dua orang atas nama Busyaiyah Saleh Abdul Gafar, 50 tahun, asal Kalimantan Barat, Kloter BTH 14; serta Hamid Atwii Tarji Rofia, 51 tahun, asal Probolinggo, yang tergabung dalam Kloter SUB 48; kini bertambah seorang yang identitasnya masih diverifikasi dengan pihak terkait, baik rumah sakit maupun maktab.

    PPIH Arab Saudi juga mengimbau agar jemaah mematuhi jadwal melontar jumrah yang sudah diinformasikan kepada para ketua kloter, ketua regu, dan ketua rombongan. Hal ini untuk menghindari risiko akibat kepadatan jemaah.

    Sebanyak enam jemaah Indonesia mengalami cedera dan sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Mereka adalah Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 yang saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina; Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300, saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina; Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297, saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina; Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797, saat ini dirawat di RSAS King Abdullah; Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258, saat ini dirawat di Klinik 107 Mekah; dan Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451, saat ini dirawat di RSAS Al Nur.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.