Simpatisan ISIS Retas Akun Facebook Kepolisian Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Facebook Polisi Malaysia, diretas oleh simpatisan ISIS. straitstimes.com

    Akun Facebook Polisi Malaysia, diretas oleh simpatisan ISIS. straitstimes.com

    TEMPO.CO , Kuala Lumpur - Akun resmi Facebook kepolisian Malaysia atau Polisi Diraja Malaysia diduga diretas oleh simpatisan kelompok milisi yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), pada Senin sore 13 Juli 2015.

    Gambar profil dan foto sampul dari halaman Facebook Royal Malaysia Police itu diubah menjadi gambar yang berkaitan dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Pada laman Facebook itu tampak seorang prajurit ISIS bersenjata melambaikan bendera ISIS dengan latar tulisan: "khilafah has returned".

    Lalu pada foto profil, tampak sebuah mata yang terdapat lambang ISIS di bola matanya. Peretas juga mengunggah foto para milisi bersenjata dengan keterangan: "Viva Islamic State!" Demikian berita dilansir dari laman Straitstimes, Senin 13 Juli 2015.

    Salah satu status yang diunggah bertuliskan: "Kami adalah: Penyerang Mauritania - AnonxoxTn - StingerByte - Mr.Domoz - Th3Falcon - HusseiN98D - Dr'SaMiM-008 - n0name-haxor - hAxOr tr0jAn - BillGate - Mr.Ajword - Extazy007 - Psyco_Hacker - Black Cracker - Virusa Worm - Donnazmi --X Dicari - De_Reb0rNz - Tunisia Cracker - L'APoca-Dz - Psyf3r - Vortex "

    Status lain yang sempat juga diunggah menyatakan: "#AnonGhost berada di sini."

    Beberapa media sebelumnya pernah memberitakan, AnonGHost adalah sekelompok peretas pro-Palestina yang pernah merusak situs PBB.

    Kelompok ini pernah mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan kelompok peretas terkenal Anonymous. "AnonGhost berbeda dengan Anonymous, kami tidak memiliki tujuan yang sama dan tidak memiliki level yang sama dalam meretas."

    "Kami adalah suara rakyat yang dilupakan, pejuang kebebasan di dunia cyber dan target utama kami adalah Sionisme dan Israel, jika Anda bertanya mengapa situs Anda dibajak oleh kami, pada dasarnya karena kami ingin menyebarkan pesan dan menunjukkan kepada dunia siapa kami sebenarnya, kami tidak mencari ketenaran tapi kami memiliki tujuan untuk mengumpulkan semua tim peretas dan kami akan mendukung pergerakan kebebasan di dunia," kata mereka.

    Serangan dunia maya itu dikonfirmasi oleh kepolisian Malysia melalui akun Twitter-nya.
    "Mohon diperhatikan bahwa halaman resmi Facebook PDRM (Polisi Diraja Malaysia) telah diretas  pihak tidak bertanggung jawab. Setiap informasi yang diunggah saat ini adalah palsu," kata kepolisian di Twitter.

    STRAITSTIMES | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.