Manusia Tertua di Dunia Meninggal pada Usia 116 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeralean Talley. REUTERS

    Jeralean Talley. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Manusia tertua di dunia meninggal di rumahnya di Amerika Serikat dalam usia 116 tahun. Kabar kematiannya diwartakan sejumlah media di AS, Kamis, 18 Juni 2015.

    Laporan Detroit Free Press menyebutkan, Jeralean Talley, yang memiliki hobi bermain bowling hingga berusia 104 tahun, itu meninggal dunia pada Rabu, 17 Juni 2015, di Inkster, dekat Detroit.

    Beberapa rekan mendiang mengatakan, dia senantiasa berdoa supaya tidak sakit. "Tuhan mengabulkan doanya," kata Michael Kinloch, sahabat lamanya.

    Menurutnya, Talley sangat religius, dia dilahirkan di sebelah selatan negara bagian Georgia, AS, pada ujung abad ke-19, 23 Mei 1899.

    "Seingatku, dia sangat cantik dan pemaaf," ucap saudara perempuannya, Thelma Holloway, 77 tahun, seraya menambahkan bahwa Talley sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan sebelum dibawa pulang pada Sabtu pekan lalu.

    "Dia meninggal dalam damai," kata Holloway.

    Menurut keterangan surat kabar setempat, Talley memiliki seorang putri dan tiga orang cucu. Suaminya berusia 52 tahun, Alfred Talley, meninggal pada 1988 ketika Jeralean Talley berusia 95 tahun.

    Sepeninggal Talley, kini gelar manusia tertua yang masih hidup dipegang oleh Susannah Mushatt Jones. Dia lahir pada 6 Juli 1899.

    Adapun menurut catatan Guinness World Records, orang tertua di dunia adalah Jeanne Louise Calment. Dia meninggal di Prancis pada 1997 dalam usia 122 tahun, 164 hari.

    AHRAMONLINE | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.