Eksekusi Mati di Korea Utara, Tahanan Hancur Seperti Bubuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melihat-lihat halaman dari panti asuhan dan rumah bayi Wonsan yang dalam tahap penyelesaian saat mengunjunginya di Pyongyang,  22 April 2015. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melihat-lihat halaman dari panti asuhan dan rumah bayi Wonsan yang dalam tahap penyelesaian saat mengunjunginya di Pyongyang, 22 April 2015. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang - Eksekusi mati di Korea Utara dilakukan dengan menembak mati para tahanan dengan menggunakan senjata teknologi tinggi yang biasanya digunakan untuk menembak jatuh pesawat militer.

    Analisis rekaman satelit yang memantau lapangan tembak kecil di pinggiran ibukota Pyongyang menunjukkan korban berbaris di depan enam senjata anti-pesawat ZPU-4. Para ahli mengklaim korban akan kemudian 'dihancurkan' dengan rentetan tembakan artileri.

    Di sekitar lokasi eksekusi - Daerah Militer Pelatihan Kanggon 15 mil sebelah utara ibukota - sejumlah truk militer, sebuah trailer besar dan bus diparkir. Para analis percaya ada pejabat senior yang turut menghadiri eksekusi.

    Gambar-gambar tersebut dirilis oleh Komite Hak Asasi Manusia di Korea Utara (HRNK), dan Analisis AllSource Inc, sebuah perusahaan citra satelit yang berbasis di AS. Gambar tersebut dipercaya diambil pada 7 Oktober 2014 dan baru dirilis hasil analisa atasnya pada Kamis, 30 April 2015.

    "Penjelasan paling masuk akal dari adegan tersebut adalah eksekusi publik mengerikan", kata Greg Scarlatiou, direktur eksekutif HRNK.

    "Siapa pun yang menyaksikan hancurnya tubuh akibat 50 tembakan kaliber pada tubuh manusia akan gemetar hanya mencoba membayangkan kekuatan dari 24 senapan mesin berat digunakan pada manusia," katanya.

    Dia menambahkan jika tubuh para korban dipastikan akan hancur seperti bubuk.

    Menurut intelijen Korea Selatan, Kim Jong-un baru-baru ini juga telah memerintahkan eksekusi 15 orang tahanan - termasuk beberapa pejabat. "Mereka termasuk dua wakil menteri dan sejumlah orang dieksekusi oleh regu tembak atas tuduhan mata-mata," katanya.

    MECHOS DE LAROCHA | EXPRESS. CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?