Dijuluki 'Putri Reformasi', Ini Profil Nurul Izzah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurul Izzah. facebook.com/nurulizzahanwar

    Nurul Izzah. facebook.com/nurulizzahanwar

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Anggota Parlemen Malaysia yang juga putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah Anwar, ditangkap pada Senin dengan tuduhan penghasutan. Ia ditangkap terkait dengan pernyataannya di depan parlemen yang mengkritik pengadilan. Dia mempertanyakan independensi pengadilan karena menghukum penjara ayahnya.

    Ayahnya, tokoh oposisi Anwar Ibrahim, dinyatakan bersalah pada Maret 2014 atas tuduhan sodomi dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Keyakinan itu dikuatkan oleh pengadilan tertinggi Malaysia pada 10 Februari. Anwar membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai "konspirasi politik".

    Nurul Izzah, putri sulung Anwar, mulai menarik perhatian ketika ayahnya pertama kali dituduh melakukan sodomi pada tahun 1998. Sejak itu, ada spekulasi tentang masa depan politiknya, dan pers menjulukinya sebagai "Putri Reformasi Malaysia".  Berikut ini fakta tentang Nurul Izzah:

    Menjadi sorotan di usia muda
    Pada tahun 1998, Nurul Izzah berusia 18 tahun ketika ayahnya pertama kali ditangkap. Dia memberikan wawancara kepada media dan mengunjungi Indonesia dan Filipina untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin negara ini karena mendukung ayahnya secara terbuka.

    Ibunya, Dr Wan Azizah Wan Ismail, mengatakan kemudian bahwa dia memiliki begitu banyak kekuatan dari Nurul Izzah, saat itu mahasiswi fakultas teknik. "Aku bisa curhat, dia sudah cukup dewasa untuk memahami," kata Dr Wan Azizah.

    Anwar didakwa pertama kali melakukan sodomi pada tahun 1999, dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara.



    Masuk panggung politik secara tak sengaja
    Sementara dia melobi untuk Anwar di Malaysia dan seluruh dunia ketika ayahnya itu dipenjara 1999-2004, Nurul Izzah secara tidak resmi telah masuk dalam dunia politik Malaysia.

    Dia diperkirakan akan mencalonkan diri dalam pemilihan umum tahun 2004, tetapi urung karena dia berfokus pada ujian akhir. Dia menerima gelar sarjana di bidang teknik di Universiti Tenaga Nasional berbarengan dengan hari pembebasan ayahnya.

    Pada bulan Mei 2007, ia lulus dari Johns Hopkins University dengan gelar Master Hubungan Internasional.

    Dijuluki Putri Reformasi
    Pada usia 27 dan masih menyusui bayinya yang empat bulan, Nurul Izzah turut ambil bagian dalam Pemilu 2008. Barisan Nasional kehilangan dua pertiga suara mereka di parlemen untuk pertama kalinya sejak 1969.

    Dia maju sebagai wakil di Lembah Pantai, daerah pemilihan di Kuala Lumpur yang merupakan daerah kelas atas namun juga memiliki kantong-kantong kemiskinan. Dengan mendulang 53 persen suara, ia mengalahkan Shahrizat Abdul Jalil, yang merupakan Menteri Perempuan, Keluarga, dan Pengembangan Masyarakat saat itu.

    Nurul Izzah mempertahankan kursinya pada pemilu 2013, mengalahkan menteri Kewilayahan Federal, Raja Nong Chik Zainal Abidin. Dia sekarang wakil presiden partai oposisi Partai Keadilan Rakyat (PKR).

    Sejak saat itu, Nurul Izzah dijuluki sebagai "Putri Reformasi" oleh media Malaysia. Dia dikenal dengan pidatonya yang berapi-api, dan ada yang mengatakan dia mengalahkan ayahnya dalam hal ini.



    Anak sulung dari enam bersaudara
    Anwar dan Wan Azizah memiliki lima putri dan seorang putra. Nurul Izzah adalah anak sulung. Anak-anak perempuan lainnya adalah: Nurul Nuha (31 tahun), Nurul Ilham (27 tahun), Nurul Iman (24 tahun), dan Nurul Hana (22 tahun). Sedang satu-satunya anak laki-laki mereka bernama Muhammad Uhsan (29 tahun).

    Tahun ini, Nurul Nuha tampaknya mengikuti jejak kakaknya, tapi ia dilaporkan tak semencorong Nurul Izzah. Semua anak-anak Anwar Ibrahim secara terbuka mendukung ayah mereka, dan menyebabkan demonstrasi menuntut pembebasannya tahun ini.

    Bercerai setelah 12 tahun menikah
    Pada tahun 2003, Nurul Izzah, saat itu berusia 23 tahun, menikah dengan insinyur kimia berusia 26 tahun,  Raja Ahmad Shahrir Iskandar. Dia adalah saudara jauh dari keluarga kerajaan Johor.

    Keduanya bertemu di London pada 1999 ketika dia pergi untuk mengumpulkan dukungan untuk ayahnya di kalangan mahasiswa Malaysia di sana. Shahris Iskandar adalah seorang mahasiswa di Cambridge. Mereka bercerai pada bulan Januari 2015 dan memiliki hak asuh bersama atas dua anak mereka.

    THE STRAITS TIMES | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?