Sadis, Milisi ISIS Bunuh Bocah Sunni Beredar di Media Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara menembak dengan menggunakan senapan mesin, sedangkan tentara lainnya berlindung. Tentara Irak melancarkan operasi tempur, untuk mengalahkan ISIS. Saladin, Irak, 2 Maret 2015. Ali Mohammed/Getty Images

    Seorang tentara menembak dengan menggunakan senapan mesin, sedangkan tentara lainnya berlindung. Tentara Irak melancarkan operasi tempur, untuk mengalahkan ISIS. Saladin, Irak, 2 Maret 2015. Ali Mohammed/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah video mengerikan yang ditemukan di link yang diakui milik ISIS telah beredar di media sosial. Dalam video tersebut diduga anggota dari tentara Irak dan milisi Syia mengeksekusi seorang anak laki-laki Sunni.

    Rekaman itu menunjukkan sekelompok milisi yang mengelilingi seorang anak yang terlihat ketakutan. Si anak berlutut memohon pengampunan. Mereka bertanya apakah anak lelaki itu menembaki mereka. "Aku tidak menembak satu peluru pun,” sahut anak itu.

    Dia memohon agar mereka mengampuni nyawanya, tetapi perintah eksekusi tetap dijalankan. Salah satu militer Irak sempat berusaha menggagalkan. "Apa yang salah dengan Anda? Dia hanyalah anak-anak!” Sempat terjadi adu argumen di antara mereka sebelum akhirnya anak itu dieksekusi dengan senjata otomatis.

    Bertentangan dengan laporan media Inggris, video dan laporan eksekusi tentang eksekusi tersebut dinilai tidak baru. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Januari tahun ini, demikian dilansir koran lokal al-Karok. Artikel ini menunjukkan bahwa pembunuhan itu terjadi di Provinsi Salahuddin, di mana pasukan Irak telah melancarkan serangan untuk merebut kembali kota kelahiran Saddam Hussein, Tikrit, dari militan ISIS.

    Menurut sumber-sumber IBTimes UK, video ini di-posting pada hari Senin oleh seorang pria Syiah, Abad Muthana, di Facebook, yang kemudian dikutip oleh surat kabar Suriah, al-Wasat.

    Informasi lainnya melaporkan jika video asli menunjukkan anak laki-laki tersebut berlari menuju tentara Irak dengan rompi bunuh diri. Anak itu kemudian ditangkap dan dieksekusi saat itu juga. IBTimes UK sendiri tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut.

    REUTERS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.