ISIS Kuasai Kawasan Senjata Nuklir Libya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan yang dikuasai ISIS menjadi target serangan pesawat tempur Mesir di kota Dema, Libya, 16 Februari 2015. Mesir melakukan serangan setelah ISIS menghukum mati 21 warganya. Jawhar Ali/Anadolu Agency/Getty Images

    Kawasan yang dikuasai ISIS menjadi target serangan pesawat tempur Mesir di kota Dema, Libya, 16 Februari 2015. Mesir melakukan serangan setelah ISIS menghukum mati 21 warganya. Jawhar Ali/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO , Kairo:Kabar mencengangkan datang dari saudara sepupu kolonel Muammar Gaddafi, Ahmed Gaddaf al-Dam yang pernah menjabat sebagai kepala badan intelejen Libya. Ahmed mengungkapkan, kelompok milisi negara Islam Irak dan Suriaha atau negara Islam (ISIS/IS) memiliki bahan dasar pembuat senjata nuklir.


    Seperti dikutip dari Daily Mail, 2 Maret 2015, Ahmed menjelaskan,  militan setia ke ISIS di Libya disinyalir memiliki lebih dari 6.000 barel Uranium yang disimpan di wilayah padang gurun sebelah barat daya kota Sabah, Libya. ISIS telah menguasai kota Sabah. 

    Sebelumnya wilayah tersebut adalah tempat penyimpanan Uranium milik pemerintah Libya yang dijaga oleh angkatan bersenjata Libya, sebelum akhirnya dikabarkan telah dikuasai oleh milisi setia ISIS di Libya.

    Biji Uranium atau yang biasa disebut dengan Yellowcake adalah bahan dasar pembuatan senjata nuklir. Dibutuhkan waktu yang lama dan proses panjang mengolah Yellowcake  menjadi senjata nuklir.

    Ahmed menjelaskan, pengubahan Uranium menjadi senjata nuklir membutuhkan dana kurang lebih sekitar US $ 400 juta atau setara Rp 5 triliun. Namun, ujarnya,  bisa saja Uranium tersebut dijual ke Korea Utara misalnya untuk mendapatkan dana guna melakukan aksi terorisme.

    "Mereka (ISIS), telah memiliki Uranium, karena mereka telah menguasai wilayah penyimpanan Uranium Libya, mereka bukan orang yang bodoh. Mereka tahu cara menghasilkan uang. Mereka akan menjualnya." ujar Ahmed.

    Keberadaan Uranium tersebut telah menjadi pusat perhatian dunia selama ini. Inspektur dari pengawas Badan Energi Atom Internasional pernah mengunjungi wilayah Sabah pada Desember 2013 untuk memverifikasi ukuran gudang penyimpanan dan kondisi penyimpanan tetapi tidak jelas keberadaannya dan tidak ditemukan.

    Walaupun demikian, hal tersebut merupakan peringatan serius dari keluarga mantan pemimpin Libya Kolonel Muammar Qaddafi. Ia tentunya lebih mengetahui secara persis mengenai kondisi negaranya.

    DAILYMAIL|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.