Kronologi Ditolaknya Dubes Indonesia di Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu RI, Retno LP Marsudi, beri keterangan pers terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, di Kantor Kemenlu, Jakarta, 17 Februari 2015. Selain protes dari pemerintah Australia, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengecam eksekusi mati tersebut, namun pemerintah Indonesia tetap pada apa yang telah ditetapkan. TEMPO/Imam Sukamto

    Menlu RI, Retno LP Marsudi, beri keterangan pers terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, di Kantor Kemenlu, Jakarta, 17 Februari 2015. Selain protes dari pemerintah Australia, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengecam eksekusi mati tersebut, namun pemerintah Indonesia tetap pada apa yang telah ditetapkan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden itu terjadi di Istana Kepresidenan Brasil pada Jumat, 20 Februari lalu, ketika Duta Besar Indonesia untuk Brasil Toto Riyanto menyampaikan surat kepercayaan kepada pemerintah Brasil. Sudah ada lima duta besar dari sejumlah negara yang sama-sama menunggu memberikan credential letter.

    Namun tiba-tiba, Dubes Toto diminta memasuki ruangan khusus yang di situ sudah menunggu Menteri Luar Negeri Brasil. Menurut Dubes Toto, ia diberi tahu kalau Brasil menunda menerima surat kepercayaan dari Indonesia.

    Toto akhirnya menyampaikan kronologi penolakan itu kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. “Saya kembali ke Jakarta karena saya menjalankan perintah,” kata Dubes Toto saat ditemui di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin, 23 Februari 2015. Ia menduga, kemungkinan penolakan terkait dengan hukuman mati terhadap warga negara Brasil terpidana kasus perdagangan narkoba.

    19 Februari 2015

    Toto mendapat undangan berupa nota diplomatik dari Departemen Luar Negeri Brasil untuk mengikuti penyerahan surat kepercayaan (credential letter) pada 20 Februari pukul 09.00 pagi waktu setempat. Toto mengaku didatangi protokoler Istana Kepresidenan dan memberi tahu apa saja yang harus dilakukan.

    20 Februari 2015

    Pukul 08.15 pagi:

    Toto dijemput protokol Istana Kepresidenan Brasil dengan mobil yang dilengkapi bendera Indonesia dan Brasil. Mobil mengantar Toto ke Istana Presiden Brasil.

    Pukul 09.00 pagi:

    Begitu sampai di Istana Brasil, Toto masuk jajaran kehormatan. Dia bersama lima duta besar dari negara lain, mendapat briefing singkat untuk teknis pelaksanaan upacara pemberian credential letter.

    Dalam jadwal, Dubes Indonesia untuk Brasil ini mendapat giliran pertama untuk penyerahan surat kepercayaan. Namun tiba-tiba, ia dipersilakan masuk ke satu ruangan khusus di mana Menteri Luar Negeri Brasil sudah menunggu. Sang menteri mengatakan upacara penyerahan credential letter dari Indonesia ditunda.

    Toto mengaku telah menanyakan alasan di balik penolakan sementara surat kepercayaan itu, namun tidak ada keterangan yang jelas dari pemerintah Brasil.” Saya kira semua tahu, ini berkaitan dengan rencana hukuman mati warga Brasil yang kedua," ujar dia.

    Menurut Toto, yang menjadi persoalan adalah, ia datang bukan atas nama pribadi, tapi surat kepercayaan atas nama presiden dan seluruh rakyat Indonesia.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?