Berniat Nikahi Pemuda ISIS, Gadis Malaysia Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pasukan khusus ISIS berlatih di salah satu kamp Irak atau Suriah, mereka berlatih jungkir balik dan merayap, 19 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    Beberapa pasukan khusus ISIS berlatih di salah satu kamp Irak atau Suriah, mereka berlatih jungkir balik dan merayap, 19 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    TEMPO.COKuala Lumpur - Seorang remaja putri 14 tahun asal Malaysia ditahan aparat keamanan negeri itu karena diduga mencoba bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Ia diyakini telah dipengaruhi oleh calon suaminya.

    Gadis itu ditangkap oleh Divisi Kontra-terorisme Cabang Khusus Bukit Aman sebelum dia naik pesawat di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Selasa, 17 Februari 2015. Ia sedianya terbang ke Kairo sebelum melanjutkan perjalanan ke Suriah melalui jalan darat.

    Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar saat dihubungi wartawan membenarkan penangkapan itu. Khalid menyatakan simpatisan ISIS di Malaysia berhasil membujuk gadis tersebut untuk bergabung dengan ISIS dengan dalih akan menikahkannya dengan seorang pemuda di Suriah. 

    Menurut Khalid, penyelidikan mengungkapkan bahwa orang itu, kini sedang belajar di Mesir, telah memberinya uang untuk membeli tiket pesawat dan perlengkapan lain. "Kami percaya dialah dalang yang mengatur mulai dari tiket pesawat hingga perjalanannya menuju Suriah," katanya. 

    Menurut Khalid, perjodohan hanya dalih. "Bisa jadi itu hanya karangan," katanya. 

    Khalid mengatakan polisi berusaha memastikan apakah salah satu dari teman gadis itu juga dipengaruhi untuk bergabung dengan kelompok militan di Suriah tersebut. Gadis yang tak disebutkan namanya ini berasal dari Muar dan tengah menimba ilmu di sebuah sekolah agama di Shah Alam.

    BERNAMA | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.