Obama: Kita Tak Sedang Berperang dengan Islam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama mendengarkan dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Jokowi di Beijing, Cina, 10 November 2014. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden Barack Obama mendengarkan dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Jokowi di Beijing, Cina, 10 November 2014. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Barack Obama memperingatkan bahwa perang melawan teror akan memakan waktu selama bertahun-tahun. Ia juga menegaskan bahwa Barat tidak sedang berperang dengan Islam.

    "Tidak ada agama bertanggung jawab atas terorisme. Orang-oranglah yang bertanggung jawab atas kekerasan dan terorisme," katanya saat menerima perwakilan White House Summit on Countering Violent Extremism. "Kita tidak berperang dengan Islam. Kita berperang dengan orang-orang yang menyesatkan Islam," katanya.

    Dia mendesak Barat dan para pemimpin muslim bersatu untuk mengalahkan "janji-janji palsu ekstremisme". Ia mengatakan mereka harus bersama-sama menolak premis bahwa kelompok militan mewakili Islam.

    "Para teroris tidak berbicara mewakili satu miliar umat Islam," kata Obama. Ia juga menyatakan tidak bisa memenangkan perang terhadap para ekstremis dengan kekuatan militer saja.

    Dalam pertemuan itu, Obama menyatakan ada sejarah yang rumit antara Timur Tengah dan Barat serta tidak ada yang kebal dari kritik atas kebijakan khusus. "Tapi gagasan bahwa Barat sedang berperang dengan Islam adalah kebohongan," katanya. "Dan kita semua, terlepas dari iman kita, memiliki tanggung jawab untuk menolaknya."

    Obama mengatakan bahwa AS akan terus memerangi Al-Qaeda dan afiliasinya di Afganistan, Yaman, dan Somalia. Dia juga mengatakan bahwa mereka yang berjuang untuk ISIS dan Al-Qaeda bukan ulama, melainkan teroris.

    Obama menyatakan di Irak dan Suriah, koalisi yang digagas AS didukung 60 negara, termasuk negara-negara Arab. Itu sebabnya ia yakin akan bisa menumpas gerakan ISIS di wilayah itu.

    Dalam acara yang sama, Obama menyalahkan Irak dan Suriah terkait membesarnya gerakan ISIS. "Di Irak, kegagalan pemerintah sebelumnya untuk memerintah secara inklusif membantu membuka jalan yang menguntungkan ISIS di sana," katanya.

    Di Suriah, ucap Obama, Bashar al-Assad yang berperang melawan rakyatnya sendiri tanpa sengaja memicu ketegangan sektarian yang menjadi bahan bakar munculnya ISIS.

    Dia mendesak negara-negara Arab mengambil langkah-langkah untuk memadamkan kekerasan sektarian dan meningkatkan kesempatan ekonomi dan pendidikan bagi kaum muda. Kalangan usia ini, katanya, rentan terhadap perekrutan oleh kelompok-kelompok bersenjata. Obama juga mengumumkan pembentukan sebuah pusat pemantauan digital bersama dengan Uni Emirat Arab.

    AP | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.