Jual Barang Antik Jarahan, ISIS Kaya Raya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria berbaju loreng berbicara dalam video pemenggalan 21 umat Kristen Koptik Mesir oleh milisi ISIS di sebuah pantai di Tripoli, Libya.  REUTERS/Social media via Reuters TV

    Pria berbaju loreng berbicara dalam video pemenggalan 21 umat Kristen Koptik Mesir oleh milisi ISIS di sebuah pantai di Tripoli, Libya. REUTERS/Social media via Reuters TV

    TEMPO.CO , Raqqa: Para militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjarah barang-barang antik di Suriah dan menjualnya. Hasil penjualan benda-benda kuno itu menjadi salah satu sumber utama pendapatan ISIS, selain penjualan minyak dan uang tebusan sandera.

    Setiap barang jarahan itu, yang banyak berumur 10.000 tahun, minimal seharga US$1 juta atau sekitar Rp 12,8 miliar.

    Setiap milisi yang menjual barang-barang antik jarahan itu wajib membayar 20 persen dari hasil penjualannya sebagai pajak kepada ISIS.

    Barang-barang antik itu dijarah ISIS, ketika mereka menghancurkan situs-situs bersejarah di kota tua di Suriah. Alasan penghancuran itu, karena benda-benda tersebut dianggap berhala.

    Lantas siapa pembeli atau penadah barang-barang antik jarahan ISIS itu? Menurut penelusuran BBC, pembelinya adalah para kolektor benda seni di Eropa dan Teluk. Para kolektor mengoleksi benda-benda antik itu untuk museum-museum rahasia mereka.

    Milisi ISIS menggunakan taksi untuk menyelundupkan barang-barang antik itu dari Suriah ke Libanon dan Turki. Sesampainya di sana, sudah ada pria yang menawarkan barang-barang kuno itu ke "dealer". Transaksi awalnya pun cukup canggih, yakni menggunakan Skype.

    Salah seorang penyelundup barang antik yang mengakuy bernama Mohammed membenarkan bahwa ISIS menghasilan uang dengan menjual barang-barang kuno, seperti anting-anting, cincin, patung-patung kecil dan kepala yang terbuat dari batu.

    Benda-benda itu, kata pria 21 tahun itu, dijarah dari banyak museum di Suriah. Sebagian besar berasal dari dalam Kota Aleppo. Para kolektor seni di Teluk yang menadah barang-barang jarahan itu, kata dia, adalah kolektor asal Qatar dan Dubai.

    Ahmed, perantara bisnis barang jarahan, mengaku baru menjual satu benda kuno senilai US$ 1,1 juta atau Rp 14 miliar. "Itu adalah kepingan benda berumur 8.500 tahun sebelum Masehi," katanya kepada BBC, Selasa, 17 Februari 2015.

    BBC | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.