Milisi ISIS Pakai Viagra Lakukan Perkosaan Tak Bermoral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat korban pemenggalan warga Kristen Koptik Mesir oleh Negara Islam  (ISIS) menangis saat berada di desa al-Our, Minya, Mesirm 16 Februari 2015. REUTERS/Asmaa Waguih

    Sejumlah kerabat korban pemenggalan warga Kristen Koptik Mesir oleh Negara Islam (ISIS) menangis saat berada di desa al-Our, Minya, Mesirm 16 Februari 2015. REUTERS/Asmaa Waguih

    TEMPO.CO, Raqqa -Para dokter yang bertugas di daerah yang dikuasai milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengatakan beberapa milisi ISIS mengkonsumsi Viagra sebelum melakukan tindakan perkosaan  yang "tidak bermoral dan tidak wajar " kepada wanita.

    Berlawanan dengan pandangan konservatif yang ketat dari kelompok tersebut, banyak anggota ISIS  bahkan membeli pakaian minim untuk istri-istri mereka.

    Berita ini berdasarkan laporan organisasi Raqqa is Being Slaughtered Silently, yang mengungkapkan bahwa banyak wanita yang takut keluar rumah karena sebagian anggota ISIS memiliki nafsu dan hasrat yang sangat tinggi.

    Laporan tersebut menyatakan: "Sebuah bagian besar anggota ISIS mengalami anomali dalam bercinta dan keinginan naluriah yang brutal."

    ISIS mengambil banyak wanita dan gadis-gadis muda sebagai budak nafsu selama masa kekuasaan mereka. Berdasarkan laporan Raqqa is Being Slaughtered menyebutkan,  beberapa milisi mengambil beberapa istri secara paksa, sementara lainnya mencari gadis berusia sembilan tahun untuk dijadikan istri. Para milisi harus membayar mas kawin seharga £5.000 (sekitar Rp 98 juta).

    ISIS menyatakan bahwa mereka akan 'mengambil tindakan keras' kepada wanita ketika mereka pertama kali mengambil alih kota Suriah, termasuk mencabut hampir semua hak-hak mereka. Wanita yang mencoba melepaskan diri dari pernikahan paksa seringkali dihukum rajam.

    METRO | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.