Najib dan Jokowi Bertemu Empat Mata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, menyapa para pejabat Malaysia, dalam upacara sambutan di kompleks Bunga Raya bandara KLIA, Sepang, Malaysia, 5 Februari 2015. Kunjungan Jokowi, untuk lawatan ke negara tetangga dan kerjasama bilateral. REUTERS/Olivia Harris

    Presiden Joko Widodo, menyapa para pejabat Malaysia, dalam upacara sambutan di kompleks Bunga Raya bandara KLIA, Sepang, Malaysia, 5 Februari 2015. Kunjungan Jokowi, untuk lawatan ke negara tetangga dan kerjasama bilateral. REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO.COPutrajaya, Malaysia -  Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak siang ini bertemu empat mata dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, yang tengah berkunjung ke negara itu, di Kompleks Perdana Putra. 

    Najib dan Jokowi juga dijadwalkan mengadakan pertemuan bersama pejabat pemerintahan sebelum mengadakan jumpa pers bersama. Pertemuan ini akan membahas berbagai isu, termasuk ekonomi, tenaga kerja, dan masalah perbatasan kelautan. 

    Najib dan istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor, dijadwalkan menjadi tuan rumah dalam jamuan makan siang untuk menghormati kunjungan Presiden Jokowi dan istri, Iriana, beserta beberapa pejabat pemerintah Indonesia.

    Presiden Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi pabrik mobil Proton sekaligus melihat peluang kerja sama kedua negara di sektor otomotif.

    Jokowi berada di Malaysia selama tiga hari atas undangan Yang Di-Pertuan Agong Tuanku Abdul Halim Mu'adzam Shah. Dalam lawatan ini, Jokowi ditemani Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri.

    Dalam pernyataan resminya, Wisma Putra menyatakan kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia akan membuka kesempatan bagi dua pemimpin kedua negara untuk membahas kerja sama Malaysia-Indonesia. Indonesia masuk dalam enam besar mitra dagang global Malaysia dan tiga besar mitra dagang di antara sepuluh negara anggota ASEAN. 

    Total perdagangan antara Malaysia dan Indonesia mencapai 61,1 miliar ringgit Malaysia pada 2013 dan mencapai 54,7 miliar ringgit Malaysia selama periode Januari-November 2014.

    BERNAMA VIA GOOGLE | GRACE GANDHI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.