Cina Bangun 5 Pulau Buatan di Laut Cina Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau buatan yang dibangun Tiongkok di Laut Cina Selatan. businessweek.com

    Pulau buatan yang dibangun Tiongkok di Laut Cina Selatan. businessweek.com

    TEMPO.COBeijing - Cina sedang membangun lima pulau buatan di kawasan Laut Cina Selatan yang diperebutkan oleh Cina dan sejumlah negara. Ini cara Cina mengamankan kawasan yang diperebutkan itu.  

    Pulau buatan terbesar sedang dibangun di kawasan yang disebut Fiery Cross Reef, dekat dengan kepulauan Spratly yang diperebutkan Cina, Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Pulau ini, menurut pejabat Amerika Serikat, diperkirakan mampu didarati pesawat tempur Cina. Bahkan Cina diduga akan membangun pelabuhan kecil di pulau ini. (Baca: Cina Dituding Berencana Kuasai Laut Cina Selatan)

    Pulau buatan lainnya, seperti dikutip dari Business Insider, 30 Januari 2015, sedang dibangun di Johnson South Reef, Johnson North Reef, Cuarteron Reef, dan Gaven Reef. Lokasi ini semuanya berada di sekitar kepulauan Spartly. 

    "Cina akan memperluas dan meningkatkan infrastruktur militer dan sipil, termasuk radar, peralatan komunikasi satelit, pesawat antipeluru, senjata angkatan laut, helikopter, dermaga, dan para pekerja yang membangun pulau buatan manusia itu," demikian laporan staf Komisi Peninjau Keamanan dan Ekonomi Amerika Serikat-Cina pada Desember 2014. (Baca: AL Filipina Kawal Nelayan di Laut Cina Selatan)

    Gencarnya Cina membangun kekuatan militer di sekitar Laut Cina Selatan menumbuhkan perang dingin di antara negara-negara yang memperebutkan kawasan itu. Vietnam dan Filipina baru-baru ini membuat kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama militer di Laut Cina Selatan.  

    "Kami baru-baru ini mengadakan latihan bersama dengan militer Amerika Serikat, dan berlangsung setiap tahun. Dan, kami sedang menunggu untuk melakukan latihan militer angkatan laut dengan Vietnam," kata seorang perwira Angkatan Laut Filipina kepada Reuters. 

    Vietnam akan menjadi mitra strategis Filipina setelah Amerika Serikat dan Jepang di kawasan yang diperebutkan sejumlah negara. 

    BUSINESS INSIDER | MARIA RITA 
     
    Baca juga:
    Kasus Apel Maut, Christine Hakim Pilih Buah Lokal
    Nelayan Majene Temukan Tiga Paspor Korban AirAsia
    Boeing, Airbus buat Perangkat Navigasi di Bintan
    Menkeu: Harga BBM Turunkan Inflasi Januari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.