Fidel Castro Dukung Hubungan Diplomatik dengan AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Kuba Fidel Castro, menyampaikan sambutan pada 28 September 2010 di Hanava, Kuba. Fidel Castro memimpin Kuba pada 2 Desember 1976 - 24 Februari 2008 dan menyerahkan kepemimpinannya pada adiknya Raul Castro. Jose GOITIA/Gamma-Rapho via Getty Images

    Pemimpin Kuba Fidel Castro, menyampaikan sambutan pada 28 September 2010 di Hanava, Kuba. Fidel Castro memimpin Kuba pada 2 Desember 1976 - 24 Februari 2008 dan menyerahkan kepemimpinannya pada adiknya Raul Castro. Jose GOITIA/Gamma-Rapho via Getty Images

    TEMPO.CO, Havana - Bekas pemimpin Kuba, Fidel Castro, dilaporkan memberikan dukungan terhadap pencairan hubungan diplomatik antara negaranya dan bekas musuh bebuyutannya, Amerika Serikat. "Namun demikian, Castro masih tidak percaya dengan pejabat AS," bunyi surat Castro yang beredar luas.

    Dalam sebuah surat yang diunggah melalui situs laman koran partai komunis, Granma, Castro mengatakan, meskipun dia tidak percaya dengan kebijaksanaan AS, hal itu bukan berarti dia tidak mendukung solusi perdamaian guna menghindari ancaman perang.

    Bulan lalu, Kuba dan AS saling tukar-menukar tahanan. Aksi itu disusul pernyataan Presiden Barack Obama, bahwa AS mencabut sanksi serta menghapus pelarangan terhadap warganya berkujung ke negeri pulau itu.

    Castro yang sekarang berusia 88 tahun sama sekali tidak memberikan komentar atas kebijaksanaan Kuba melakukan pertukaran tahanan. Kesehatan Castro saat ini memburuk, sehingga jarang tampil di depan publik.

    CNN | CHOIRUL


    Baca juga:

    Anggota Tim Independen Jokowi Bakal Bertambah?
    Soal Pajak, Menkeu: Ini Bedanya Dengan Singapura
    Uang Palsu Rp 12,2 Miliar yang Disita di Jember Berasal dari Jombang
    Arifin Ilham: Jokowi, Anda Bukan Petugas Partai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.