Hitler Ternyata Gemar Jeroan Burung Dara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adolf Hitler (dailymail.co.uk)

    Adolf Hitler (dailymail.co.uk)

    TEMPO.CO, London - Pemimpin pasukan Nazi, Adolf Hitler, dikenal sebagai vegetarian alias tidak menyukai makanan berbahan dasar daging. Namun buku berjudul Dictator's Dinners: The Bad Taste Guide to Entertaining Tyrants karya Victoria Clark dan Melissa Scott berkata sebaliknya. Hitler bukan vegetarian murni.

    Dikutip dari situs Telegraph.co.uk, 10 Desember 2014, Hitler ternyata menggemari makanan-makanan berbahan dasar daging. Bahkan jeroan pun dilahap penulis Mein Kampf itu. Menurut buku Dictator's Dinners, Hitler menggemari, salah satunya, burung dara. (Baca: Sutradara Film: Pengaruh Hitler Kuat di Thailand)

    Burung dara kesukaan Hitler adalah yang telah diisi dengan lidah, lever, dan kacang pistachio. Hitler pernah memakannya pada tahun 1939. Selain burung dara, Hitler juga sesekali memakan liver dumpling (semacam dim sum). (Baca: Siapa Penumpang Kapal Hitler yang Masuk Indonesia?)

    Kegemaran Hitler akan burung dara ini tak hanya tertulis dalam buku Dictator's Dinners, tetapi juga dalam buku Gourmet Cooking School Cookbook (1964) karta Dione Lucas. "Burung dara isi memang terdengar tak enak, tapi itu makanan favorit Hitler yang sering dimakan di hotel," tulis Dione. (Baca: Ada Kuburan Tentara Hitler di Indonesia)

    Hitler, dalam sejarah, kerap disebut sebagai seorang vegetarian karena percaya sayur baik untuk kesehatannya. Hitler diketahui memiliki penyakit kembung dan sembelit yang cukup kronis.

    TELEGRAPH | ISTMAN M.P.



    Baca juga:
    LG Resmikan Gerai di Gandaria City

    Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka di KPK

    'Ngemplang Pajak, Cekal; Tilep Pajak, Pecat'

    Kurikulum 2013, Jay Subiakto Desak Anies Tegas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?