Cina Klaim Siap dan Sanggup Lawan Ebola di Afrika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan Cina menolong seorang pasien kedalam tandu khusus yang dipersiapkan untuk mengangkut korban ebola saat simulasi di Shenzhen, Provinsi Guangdong (14/8). Cina mengetatkan penjagaan terkait virus ebola yang telah menewaskan 1000 orang lebih di Afrika Barat. REUTERS/Stringer

    Petugas kesehatan Cina menolong seorang pasien kedalam tandu khusus yang dipersiapkan untuk mengangkut korban ebola saat simulasi di Shenzhen, Provinsi Guangdong (14/8). Cina mengetatkan penjagaan terkait virus ebola yang telah menewaskan 1000 orang lebih di Afrika Barat. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Beijing - Cina dilaporkan akan membangun sebuah pusat kesehatan dengan seratus tempat tidur di Liberia sebagai bantuan untuk memerangi ebola. Selain pembangunan, pemerintah Cina juga akan mengirim seribu pekerja bantuan ke negara Afrika Barat yang terkena dampak terparah.

    "Kami tekankan bahwa Cina sanggup dan bisa memberikan bantuan untuk melawan ebola. Semua bahan baku bangunan dan pekerja medis sudah siap dikirim," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, seperti dilaporkan The Guardian, Kamis, 6 November 2014.

    Cina memang sempat menerima kritik karena dianggap tidak melakukan apa-apa untuk melawan ebola di Afrika Barat. Bahkan sebuah laporan menyebutkan bahwa sejumlah pekerja asal Cina melarikan diri dari negara yang terkena ebola pada April lalu. (Baca: Peneliti: Cina Hadapi Risiko Tinggi Ebola)

    "Banyak negara di Asia yang bisa membantu mengurangi penyebaran ebola, tapi mereka belum juga bergerak, terutama untuk mengirim petugas kesehatan," kata Jim Yong-kim, Presiden Bank Dunia, tanpa menyebutkan nama negara.

    Bulan lalu, perwakilan dari Cina untuk World Food Programme Brett Rierson mendesak Cina berbuat lebih banyak untuk melawan wabah. Sebab, menutut Rierson, belum ada negara yang memberikan bantuan besar demi memberantas ebola. (Baca: Rendah, Kontribusi Asia Memerangi Ebola)

    "Cina dan Afrika adalah saudara. Kami akan memberikan bantuan yang terbaik yang bisa kami berikan. Cina memang negara berkembang, tapi kami akan melakukan semampunya," kata Hong.

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    9 Perempuan Berpengaruh Versi Forbes 
    Pembunuhan Pasangan Penghina Quran Dikecam
    Polusi Penyebab 670 Ribu Orang Cina Meninggal  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.