Enam Bulan Dipenjara, Warga AS Dibebaskan Korut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Amerika Serikat, Matthew Todd Miller duduk di kursi saksi selama persidangan di Mahkamah Agung Korea Utara di Pyongyang, Korea Utara, 14 September 2014. REUTERS

    Warga Amerika Serikat, Matthew Todd Miller duduk di kursi saksi selama persidangan di Mahkamah Agung Korea Utara di Pyongyang, Korea Utara, 14 September 2014. REUTERS

    TEMPO.COWashington - Korea Utara dikabarkan telah membebaskan satu dari tiga warga Amerika Serikat yang ditahan selama enam bulan. Kabar pembebasan ini dibenarkan oleh pejabat militer AS bahwa Jeffrey Fowle, warga As itu, sedang berada di dalam pesawat angkatan udara menuju kampung halamannya di Ohio.

    "Kami selalu berusaha agar para tahanan bisa dipulangkan. Fowle sedang menuju rumahnya di Ohio, sedangkan dua warga AS lainnya masih berada di Korea Utara," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Josh Earnest, seperti dilaporkan Reuters, Selasa, 21 Oktober 2014.

    Saat ditanya soal cara negosiasi dengan Korea Utara, Earnest tidak mau berkomentar. Namun Earnest mengatakan pemerintah AS akan tetap berusaha membebaskan dua warga AS lainnya, Kenneth Bae dan Maatthew Miller, yang masih ditahan. (Baca: Korut Hukum Warga AS Kerja Paksa.)

    Fowle adalah seorang pekerja perbaikan jalan di Ohio. Pada Mei lalu, ia datang ke Korea Utara sebagai turis. Dia ditahan karena tidak sengaja meninggalkan Alkitab di sebuah klub pelaut di Chongjin, Korea Utara.

    Adapun Miller dan Bae ditangkap pada November 2012 untuk kasus yang berbeda. Bae, yang merupakan misionaris Korea-Amerika, dihukum selama 15 tahun dan kerja paksa.

    Belum jelas mengapa Korea Utara membebaskan Fowle. Namun diperkirakan pembebasan Fowle adalah sinyal diplomatik Korea dan Amerika yang mulai membaik. 

    RINDU P. HESTYA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.