Mayang Prasetyo Operasi Kelamin di Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mayang Prasetyo. Facebook.com

    Mayang Prasetyo. Facebook.com

    TEMPO.CO, Bandar Lampung - Nining Sukarni, ibu Mayang Prasetyo alias Febri Ardiansyah, 27 tahun, korban mutilasi oleh suaminya di Brisbane, Australia, mengatakan anaknya itu memutuskan mengoperasi alat kelamin di Thailand. "Tepatnya 19 Maret 2009 dia menghubungi saya dari Thailand untuk meminta izin mengubah tampilan hidung, kelamin, dan payudara. Saya mengizinkan karena kemauannya begitu keras," kata Nining kepada Tempo di Bandar Lampung, Selasa, 7 Oktober 2014. (Baca: Dibunuh, Jaringan Prostitusi Mayang Diselidiki)

    Sejak operasi transgender, kata Nining, perekonomian Mayang menanjak. Setiap bulan dia rutin mengirimi ibu dan neneknya uang Rp 4 juta. Uang sebesar itu, kata Nining, untuk membantu keperluan sehari-hari kedua adik dan nenek Mayang. Tidak hanya itu, Mayang juga membelikan sebuah rumah cukup besar di Perumahan Bukit Tirtayasa, Bandar Lampung, untuk keluarganya. (Baca: WNI Korban Pembunuhan di Australia Diduga Transgender)

    Nining menegaskan meski Mayang mengubah kelaminnya, keluarga tidak pernah mengubah dokumen identitas kependudukan milik korban. Dalam dokumen kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan paspor Mayang sesuai dengan saat lahir. "Termasuk identitas kelamin. Dalam dokumen tetap mencantumkan laki-laki bukan perempuan," kata Nining Sukarni. (Baca: Mayang Prasetyo Terinspirasi Mayangsari)

    Mayang tewas dibunuh dan dimutilasi oleh kekasihnya, Marcus Peter Volke, yang berkebangsaan Australia di Brisbane, Australia. Keduanya diketahui bekerja sebagai juru masak di kapal pesiar dan tengah menikmati liburan di rumah mereka di Brisbane setelah berpesiar ke beberapa negara. Mengutip laporan harian The Courier Mail, Senin, 6 Oktober 2014, jasad korban ditemukan polisi pada Sabtu, 4 Oktober 2014. (Baca: WNI Jadi Korban Mutilasi Pacarnya di Australia)

    Penemuan tersebut didasari pada laporan warga yang mengeluhkan bau busuk dari apartemen yang dia tempati bersama Volke. Volke lantas ditemukan meninggal beberapa ratus meter dari lokasi apartemennya dengan luka sayatan di bagian leher beberapa saat setelah polisi menggerebek rumah itu. Diduga Volke bunuh diri. (Baca: Mayang Sebut Dirinya Waria Kelas Atas Asia)

    NUROCHMAN ARRAZIE

    Berita Terpopuler:
    JK Bantah Mega Tidak Mau Bertemu SBY
    Investor Tunggu Sikap Politik Megawati 
    Rupiah Jeblok bila Koalisi Prabowo Kuasai MPR 
    Soal Pilkada DPRD, Gubernur PDIP Ini Lapor PBB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.