3 Ribu Warga Eropa Bergabung dengan ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Herve Gourdel (tengah), warga Prancis yang diculik, berlutut di depan militan bertopeng dalam video yang dirilis 24 September 2014. Militan Aljazair telah memenggal Herve Gourdel, yang diculik Ahad lalu dalam rekaman video yang mirip dengan pemenggalan militan ISIS di Irak. REUTERS/SITE Intel Group

    Herve Gourdel (tengah), warga Prancis yang diculik, berlutut di depan militan bertopeng dalam video yang dirilis 24 September 2014. Militan Aljazair telah memenggal Herve Gourdel, yang diculik Ahad lalu dalam rekaman video yang mirip dengan pemenggalan militan ISIS di Irak. REUTERS/SITE Intel Group

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Eropa yang telah bergabung dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) di Suriah dan Irak bertambah banyak. Jumlahnya kini mencapai 3 ribu orang. (Baca juga: ISIS Merancang Serangan ke Barat)

    Koordinator Kontra-terorisme Uni Eropa, Giles de Kerchove, mengatakan jumlah itu merupakan gabungan semua orang yang telah pergi ke wilayah tersebut, termasuk mereka yang tewas dan telah kembali ke negara asalnya.

    Giles juga memperingatkan serangan udara dari negara Barat dan sekutunya akan meningkatkan risiko serangan balasan di Eropa. "Saya kira kita harus mengakui bahwa akan dilakukan sebuah serangan balasan," katanya seperti dikutip dari BBC, Jumat, 26 September 2014.

    Giles memberikan contoh pembalasan itu dengan kasus penculikan warga Prancis yang diculik dan dipenggal oleh kelompok ISIS di Aljazair beberapa waktu lalu. "Itu jelas, tiga hari lalu ISIS mengeluarkan pernyataan akan ada pembalasan terhadap koalisi dan mereka melakukan apa yang telah diumumkan," ujarnya. (Baca juga: Ini Sosok Cantik di Balik Serangan Melawan ISIS)

    ISIS yang kini berganti nama menjadi Islamic State (IS) atau Negara Islam itu telah menguasai sebagian besar wilayah di Irak dan Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Pasukan Amerika Serikat telah meluncurkan lebih dari 200 serangan udara melawan kelompok militan ISIS di Irak sejak Agustus 2014. Senin, 22 September 2014, Amerika mulai membidik kelompok tersebut di Suriah.

    Menurut Kerchove, terjadinya lonjakan di Eropa ini kemungkinan besar akibat deklarasi ISIS atas apa yang mereka sebut kekhalifahan di Suriah dan Irak pada Juni lalu. Dewan Keamanan (DK) PBB, Rabu, 24 September 2014, akhirnya mengadopsi resolusi yang menyerukan negara-negara mencegah warganya bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. (Baca juga: Milisi Aljazair Pro-ISIS Penggal Warga Prancis)

    Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) memperkirakan hingga saat ini jumlah anggota kelompok ISIS di Suriah dan Irak mencapai 31 ribu orang, atau tiga kali lipat lebih banyak dari yang dikhawatirkan sebelumnya.

    ROSALINA

    Berita Terpopuler
    Bendera PKS Dibakar, Jumhur: Massa Marah
    RUU Pilkada, Kubu Jokowi di Ambang Kekalahan
    Kisruh RUU Pilkada, Bendera PKS Dibakar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.