Wartawan ISIS Digaji Rp 18 Juta per Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan foto Inggris, John Cantlie memberikan pernyataan dalam video yang diunggah ISIS pada 18 September 2014. Cantlie ditangkap oleh ISIS saat bertugas di Suriah pada 2012. REUTERS/SITE Intel Group via Reuters TV

    Wartawan foto Inggris, John Cantlie memberikan pernyataan dalam video yang diunggah ISIS pada 18 September 2014. Cantlie ditangkap oleh ISIS saat bertugas di Suriah pada 2012. REUTERS/SITE Intel Group via Reuters TV

    TEMPO.CO, Raqqa - Selain dilengkapi dengan senjata yang memadai dan strategi perang andal di bawah pimpinan Komandan Abu Bakr al-Baghdadi, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga menggunakan media sebagai "amunisi" mereka. (Baca: Ini 15 Senjata Andalan ISIS)

    Tak tanggung-tanggung, untuk merekrut seorang wartawan demi memperlebar kekuasaan mereka, ISIS menawari gaji yang tinggi, yakni sekitar US$ 1.500 atau senilai Rp 18 juta. Angka ini merupakan lima kali gaji rata-rata di Suriah.

    “Mereka menawari saya gaji itu, ditambah mobil, rumah, dan semua kamera yang saya butuhkan,” kata seorang pria di Kota Raqqa, Suriah, kepada Financial Times, yang kemudian dikutip Daily Mail, Senin, 22 September 2014.

    Memang, ISIS dikenal sebagai milisi yang punya banyak aset. Menurut laporan BBC pada Juli lalu, setelah merebut Kota Mosul, kekayaan ISIS mencapai US$ 2 miliar. Sebelumnya, ISIS hanya memiliki aset US$ 900 juta. (Baca: Punya Ladang Minyak, Aset ISIS US$ 2 Miliar)

    Kekayaan ISIS yang tak sedikit ini diduga diperoleh dari sejumlah sumbangan orang-orang kaya di negara Teluk Arab, terutama Kuwait dan Arab Saudi. Kedua negara ini memang mendukung perang melawan Presiden Bashar al-Assad.

    Tak hanya mengandalkan sumbangan, ISIS juga memperoleh pendapatan dari ladang minyak yang dikendalikan di timur Suriah dan utara Irak. Belum lagi kekayaan dari penjualan barang antik yang dijarah dari situs sejarah.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL | BBC

    Terpopuler

    Gadis Ini Dipaksa Ibunya Tidur dengan 1.800 Pria 
    KPU Pilih Ashraf Ghani Jadi Presiden Afganistan 
    Dukung Pasien Bunuh Diri, Dokter Ini Dihukum  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.