Dalam Sepekan, 300 Orang Tewas di Laut Mediterania  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah keluarga imigran beristirahat di pusat imigrasi di Pulau Lampedusa, Italia (5/10). Lampedusa, adalah pulau kecil yang terletak diantara Sisilia dan selat yang memisahkan Tunisia dan Libya ini telah menjadi tujuan lebih dari 10 ribu imigran gelap yang datang dengan kapal tak layak.  REUTERS/Antonio Parrinello

    Sebuah keluarga imigran beristirahat di pusat imigrasi di Pulau Lampedusa, Italia (5/10). Lampedusa, adalah pulau kecil yang terletak diantara Sisilia dan selat yang memisahkan Tunisia dan Libya ini telah menjadi tujuan lebih dari 10 ribu imigran gelap yang datang dengan kapal tak layak. REUTERS/Antonio Parrinello

    TEMPO.CO, Tripoli - Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi, UNHCR, melaporkan sedikitnya 300 orang tewas dalam tragedi kapal tenggelam di Laut Mediterania dalam sepekan terakhir. Kebanyakan penumpang kapal itu datang dari Afrika menuju Eropa.

    Dikutip dari UN News Centre, 26 Agustus 2014, Melissa Fleming, juru bicara UNHCR, mengatakan 1.889 orang telah tewas tahun ini dan 1.600 di antaranya tewas pada Juni 2014.(Baca:250 Imigran Libya Ditemukan Tewas Tenggelam )

    Insiden kapal tenggelam terbesar terjadi pada Jumat lalu. Kapal yang membawa 270 penumpang tenggelam di Garibouli, sebelah timur Tripoli. Hanya 19 orang yang selamat. Penjaga pantai Libya telah menemukan 100 jasad, termasuk 5 anak-anak dan 7 perempuan.

    Insiden kedua adalah perahu tenggelam pada Sabtu malam, 23 Agustus 2014. Angkatan laut Italia menemukan perahu karet yang rusak 20 kilometer dari perairan Libya. Sebanyak 73 penumpang berhasil dievakuasi dan 18 jasad ditemukan, sementara 10 orang diduga masih hilang. Para penumpang berasal dari Mali, Pantai Gading, Guinea, dan Sudan.

    Insiden ketiga terjadi pada Ahad malam, 24 Agustus 2014. Sebuah perahu nelayan yang membawa 400 orang terbalik di utara  perairan Libya. Perahu tersebut pergi dalam cuaca buruk. Angkatan Laut Italia dan penjaga pantai Libya yang bekerja sama dengan kapal dagang di sekitar lokasi terbaliknya kapal itu berhasil menyelamatkan 364 orang. Laporan terakhir, 24 jasad ditemukan.

    Menurut laporan UNHCR, penumpang kapal-kapal tersebut kebanyakan berasal dari Libya, yang sedang dilanda perang saudara. Tujuan mereka adalah Italia.(Baca: Aktivis HAM Libya Tewas Ditembak di Rumah)

    Dalam beberapa tahun terakhir, menurut UNHCR, imigran dari Afrika terus mempertaruhkan nyawa mereka untuk masuk wilayah Eropa melalui laut. Pada 2011, 1.500 orang tewas. Tahun 2012, 500 orang tewas, 2013 lebih dari 600 orang. Pada 2014, 1.880 orang tewas. Tujuan mereka ke Eropa adalah mencari suaka politik, keamanan, makanan, air, obat-obatan, dan tempat tinggal.

    UN NEWS CENTRE | VIQIANSAH DENNIS
    Baca juga:
    Malaysia Bebaskan TKI dari Dakwaan Berkhalwat
    BBM Dibatasi, Distribusi Barang Molor
    2 Juta Pil Ekstasi Ditemukan AL Myanmar
    BBM Langka, Biaya Logistik Naik 15 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.