Perlakuan ISIS ke Perempuan dan Anak-anak Yazidi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan dari minoritas Yazidi berlatih memegang senjata dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Kurdish People's Protection Units (YPG) di pangkalan militer Serimli di Qamishli, timur laut perbatasan Suriah-Kurdistan, 16 Agustus 2014. 55 relawan Yazidi dilatih untuk dapat melawan serangan militan ISIS. REUTERS/Youssef Boudlal

    Relawan dari minoritas Yazidi berlatih memegang senjata dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Kurdish People's Protection Units (YPG) di pangkalan militer Serimli di Qamishli, timur laut perbatasan Suriah-Kurdistan, 16 Agustus 2014. 55 relawan Yazidi dilatih untuk dapat melawan serangan militan ISIS. REUTERS/Youssef Boudlal

    TEMPO.CO, Mosul - Seorang perempuan Yazidi berusia 17 tahun, yang menjadi salah satu korban penculikan dari kelompok ISIS melakukan sambungan telepon secara sembunyi kepada keluarganya, pada Ahad 17 Agustus 2014. Perempuan itu mengatakan bahwa ISIS akan menjadikannya budak atau menikah dengan salah satu anggota ISIS.

    Perempuan ini diculik dari rumahnya di Mosul. Dia dibawa dengan bus ke penjara selama 3 hari, kemudian dipindahkan ke lokasi yang yang diduga sebagai tempat dia menelepon keluarganya.

    Dikutip dari Daily Mail pada Rabu 20 Agustus 2014, ini pertama kalinya ada telewicara yang dilakukan korban penculikan dari penjara milik ISIS. Perempuan ini menceritakan, ada seorang perempuan hamil yang bersamanya mengatakan lebih baik jet tempur datang meledakkan bom di sini dan menyelematkan kami atau membunuh kami semua. Lebih baik mati daripada dipaksa harus hidup dengan kelompok ISIS.

    Kekejaman yang dilakukan ISIS terhadap perempuan-perempuan yang mereka culik di antaranya, meminta dokter melakukan tes keperawanan kepada para tahanan untuk memastikan bahwa mereka "layak" untuk para militan. Kemudian pemimpin ISIS menyetujui adanya "Jihad Al Niqah", aturan yang memperbolehkan para militan ISIS memilih perempuan yang dia inginkan untuk jadi budak seks. Perempuan dan anak yang ditahan juga bisa dijual untuk menjadi budak atau didiamkan hingga mati kelaparan.

    Berdasarkan laporan dari aktifis Yazidi, para sandera yang diculik oleh ISIS, ditempatkan di penjara, sekolah, masjid, rumah sakit bahkan di rumah pribadi yang berada dibawah kendali ISIS.

    Faysal Sherif, 27 tahun, mahasiwa program master di universitas Turki, mengatakan ISIS telah menculik istri dan anaknya. Istrinya yang membawa telepon genggam sempat memberi kabar kepadanya.

    Istrinya berujar berada di penjara Telafar selama 12 hari, kemudian dipindahkan ke sebuah sekolah. Mereka harus memilih antara pindah agama atau mati kelaparan. Banyak anak-anak yang diculik menderita dehidrasi dan diare.

    Shivan, seorang pejuang Yazidi yang bergabung dengan tentara Irak, melaporkan ISIS menculik 700 orang dari 3 kota. Mereka mengambil perempuan dan anak-anak, dan membunuh semua laki-laki. Mereka yang diculik berada di penjara Talafar, penjara di Badash dan Mosul.

    DAILY MAIL | VIQIANSAH DENNIS



    Topik terhangat:

    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Bandel, Ahok Punya Cara Jebak Uber App/Uber.com
    Jokowi Ingin Makan Krupuk, Pengawal Melarang
    Prabowo Minta Ibu-ibu Siapkan Dapur Umum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.