Hamas Tuding Israel Sabotase Perundingan Kairo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam gambar yang diambil dari video ini terlihat ledakan di gedung yang menjadi kantor media dan juga stasiun televisi Hamas dan radio Al-Aqsa di pusat Kota Gaza, 29 Juli 2014. Bangunan ini juga menjadi kantor saluran berita dari sejumlah televisi satelit Arab. AP/ APTN

    Dalam gambar yang diambil dari video ini terlihat ledakan di gedung yang menjadi kantor media dan juga stasiun televisi Hamas dan radio Al-Aqsa di pusat Kota Gaza, 29 Juli 2014. Bangunan ini juga menjadi kantor saluran berita dari sejumlah televisi satelit Arab. AP/ APTN

    TEMPO.CO, Gaza - Israel menyebutkan serangan udara yang dilakukannya beberapa jam sebelum perjanjian gencatan senjata berakhir terjadi karena Hamas lebih dulu menembakkan sepuluh roket ke arah Israel selatan. Namun tuduhan ini ditepis Hamas. Pihak Hamas justru menuding Israel ingin menyabotase perundingan perdamaian yang digelar di Kairo, Mesir. (Baca: Istri dan Anak Pemimpin Hamas Jadi Korban Israel)

    “Kami tidak memiliki informasi tentang penembakan roket dari Gaza,” kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, seperti dikutip Daily Mail, Rabu, 20 Agustus 2014. Serangan udara Israel, kata dia, dimaksudkan untuk menyabotase perundingan Kairo. (Baca: Perundingan Alot, Gencatan Senjata Gaza Ditambah)

    Pembicaraan di Kairo telah berpusat pada proposal Mesir yang memenuhi beberapa tuntutan Palestina, seperti mengurangi delapan tahun blokade Israel di Gaza. Hal ini ditolak mentah-mentah oleh Israel. (Baca: Ini Alasan Israel Tak Mau Buka Perbatasan Gaza)

    Israel berkeras tidak membuka blokade Gaza sepenuhnya. Alasannya, mereka khawatir milisi Hamas akan memanfaatkan perbatasan yang terbuka untuk menyelundupkan senjata. Israel juga mengaku risau Hamas akan kembali membangun jaringan terowongan apabila impor bahan bangunan ke Gaza dilonggarkan.

    Meskipun perjanjian gencatan senjata membuat Gaza tenang sejak 11 Agustus lalu sehingga bisa memberikan kemudahan distribusi bantuan, jutaan pengungsi Gaza masih dihantui ketakutan bahwa konflik bisa kapan saja kembali meletus.

    “Di sini tidak ada harapan,” tutur Riyad Abul Sultan, seorang pria beranak sepuluh yang mengungsi di sebuah sekolah PBB di Gaza. “Mereka mungkin bisa menyelesaikan konflik dalam dua jam, tapi mungkin juga bahwa Israel akan mulai mengebom lagi.”

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Tak Siap Menikah, Pria AS Pura-pura Mati 
    Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang 24 Jam
    Maskapai AS Dilarang Terbang di Atas Suriah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.