ISIS Rilis Video Pemenggalan Wartawan AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul

    Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul "A Message to America" ini nyawa James Foley berakhir dengan dipenggal. REUTERS/Social Media Website

    TEMPO.CO, Washington – Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kini menyebut diri mereka dengan nama Negara Islam merilis sebuah video pemenggalan terhadap wartawan Amerika Serikat, James Foley, di YouTube pada Selasa, 19 Agustus 2014.

    Dalam video tersebut terlihat Foley sedang berlutut di samping seorang pria berpakaian hitam. Ia membaca pesan yang mungkin ditulis pada penculiknya bahwa “pembunuh sesungguhnya” adalah Amerika. (Baca: Mengapa ISIS Lebih Lebat dai Al Qaeda?)

    “Aku berharap memiliki waktu lebih banyak. Aku berharap bisa memiliki harapan untuk bebas dan melihat keluargaku sekali lagi,” ujar Foley lebih lanjut. Tak lama setelah itu, kepala Foley dipenggal dengan sebilah pisau. (Baca: Tolak baiat ISIS, 700 Warga Sheitat Dipenggal)

    Sementara itu, menanggapi video ini, Dewan Keamanan Nasional AS (NSC) menyatakan masih memeriksa keaslian video. “Kami telah melihat video yang disebut sebagai pembunuhan warga AS James Foley oleh ISIS,” ujar juru bicara NSC, Caitlin Hayden, seperti dikutip CNN hari ini.

    Pria berusia 40 tahun itu dilaporkan menghilang pada 22 November 2012 saat bertugas untuk GlobalPost di Suriah bagian barat laut, dekat perbatasan dengan Turki. Foley juga pernah ditangkap di Libya pada April 2011 bersama tiga wartawan lain. Ia kemudian dibebaskan enam minggu kemudian.

    Video ini juga menunjukkan sosok jurnalis lain asal AS yang diyakini sebagai Steven Sotloff. Kontributor Time tersebut diculik pada 2013 di Suriah. Kejadian ini merupakan ancaman bagi AS untuk segera angkat kaki dari Irak dalam misinya membantu memerangi ISIS.

    ANINGTIAS JATMIKA | CNN

    Terpopuler

    Ini Alasan Israel Tak Mau Buka Perbatasan Gaza 
    Tak Siap Menikah, Pria AS Pura-pura Mati 
    Inggris Turun Tangan Bantu Irak Hadapi ISIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.