Akhiri Tabu, Cina Usut Korupsi 'Kamerad' Partai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan elite Partai Komunis Cina Zhou Yongkang. REUTERS/Jason Lee

    Mantan elite Partai Komunis Cina Zhou Yongkang. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Beijing - Satu dari segelintir mantan elite Partai Komunis Cina telah menjalani pemeriksaan atas tuduhan melakukan korupsi. Zhou Yongkang, 71 tahun, yang dijuluki "Kamerad" oleh media milik pemerintah Cina, menjalani pemeriksaan oleh badan antikorupsi Negeri Tirai Bambu.

    Selain mantan pengurus partai, Zhou juga mantan Menteri Keamanan Cina. Ia dituding melakukan korupsi saat duduk di jajaran elite partai dan menjadi pejabat pemerintah.(Baca:Peretas Cina Curi Dokumen Persenjataan Israel)

    China Morning Post dalam pemberitaannya, Selasa, 29 Juli 2014, menyatakan langkah pemerintahan Xi Jinping menyeret tokoh senior dalam kasus korupsi baru pertama kali ini terjadi.

    Dalam beberapa dekade sebelumnya, menjerat para elite partai dalam kasus korupsi merupakan hal tabu. Zhou merupakan pejabat tersenior Cina yang pernah dijerat dalam kasus korupsi di sepanjang era modern Cina. Penjeratan ini diyakini akan memberikan dampak besar bagi negara itu.

    The New York Times, Selasa, 29 Juli 2014, memberitakan, Zhou telah memperkaya keluarganya saat menjabat di pemerintah dengan menerima suap dari perusahaan-perusahaan minyak dan gas. Anak laki-laki Zhou, ipar, dan besannya memiliki aset senilai US$ 160 juta. (Baca:Panel Reformasi Cina ala Jinping Mulai Bertugas)

    Kasus Zhou ini telah mengakhiri aturan tak tertulis bahwa petinggi Komite Pengurus Revolusi Budaya dan Politbiro tidak boleh dihukum untuk kasus ekonomi dan kejahatan sosial. Alasannya, demi keutuhan partai.

    Jerat korupsi yang dililitkan kepada Zhou dianggap sebagai suatu kejutan dari Presiden Xi Jinping dalam pemberantasan korupsi. Menurut Direktur Institusi Kebijakan Cina dari University of Nottingham di Inggris, Steve Tsang, kebijakan Xin Jinpiang merupakan hal yang hebat. "Mengakhiri konvensi tentang anggota Komite Pelaksana Politbiro tak tersentuh hukum atas tindakan kriminal yang dilakukannya," kata Steve Tsang.

    CHINA MORNING POST| NEW YORK TIMES | MARIA RITA

    Baca juga:
    Siang Ini, Hujan Ringan Guyur Jabodetabek
    Makin Percaya Daerah, Kabinet Makin Ramping
    Beli Senjata Api, Polisi Tak Kerja Sendiri
    Hadapi Situs Berita Palsu, Lakukan Hal Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.