Ukraina Alihkan Wewenang Penyelidikan MH17 ke Belanda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KBRI Belanda mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda belasungkawa di London, Inggris, 18 Juli 2014. Pesawat Malaysia Airlines MH17 terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, malaysia. (AP/Stefan Rousseau/PA)

    KBRI Belanda mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda belasungkawa di London, Inggris, 18 Juli 2014. Pesawat Malaysia Airlines MH17 terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, malaysia. (AP/Stefan Rousseau/PA)

    TEMPO.CO, Kiev - Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyatakan akan memberikan wewenang kepada pemerintah Belanda untuk menyelidiki kecelakaan MH17. Kesepakatan ini dibuat sebagai upaya untuk mengakhiri kebuntuan dialog antara pemerintah Ukraina dan milisi pro-Rusia tentang siapa yang berhak memasuki lokasi kecelakaan pesawat. 

    "Kami menanggapi permintaan Belanda. Mereka yang paling menderita. Ini yang paling tepat untuk dilakukan. Ini tentang kemanusiaan," kata Yatsenyuk, seperti dilaporkan Times, Senin, 21 Juli 2014.

    Peneliti Belanda tiba di dekat Desa Hrabove, Ukraina timur, pada Senin lalu. Tim dan ahli forensik melakukan tugas berat, yakni memeriksa jenazah korban yang telah dipindahkan dengan kereta berpendingin ke wilayah Kharkiv, sebelum diterbangkan ke Belanda. (Baca: Terima Korban MH17, Belanda Berkabung Nasional)

    Rencana pengambilalihan wewenang penyelidikan masih dibahas oleh Dewan Keselamatan Belanda. Sementara itu, para ahli dari seluruh dunia diharapkan terus membantu penyelidikan penyebab kecelakaan yang menewaskan 298 penumpang dan awak itu. (Baca: Sisa Jenazah Korban MH17 Terus Dicari Tim Forensik)

    Adapun Belanda siap menerima 282 jenazah yang akan tiba di Bandara Eindhoven pada Rabu sore waktu setempat. Pemerintah Belanda telah menetapkan hari berkabung nasional untuk menghormati para korban di dalam pesawat yang jatuh tertembak misil itu.

    RINDU P. HESTYA | TIMES

    Berita Lain:

    Israel Hancurkan Lima Masjid di Gaza, 7 Tewas 
    Suami-Istri asal Aceh Lolos Hukuman Gantung
    Dukung Gaza, Dubes RI Temui Dubes Palestina di AS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.