Milisi Pro-Rusia Serahkan Dua Kotak Hitam MH17

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah awak media mengambil gambar kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH17, sebelum diserahkan oleh separatis Ukraina pro-Rusia kepada perwakilan pemerintah Malaysia, di Donetsk, Ukraina, Selasa 22 Juli 2014. Jenazah 298 korban pesawat MH17 saat ini sedang dalam perjalanan menuju Belanda. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Sejumlah awak media mengambil gambar kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH17, sebelum diserahkan oleh separatis Ukraina pro-Rusia kepada perwakilan pemerintah Malaysia, di Donetsk, Ukraina, Selasa 22 Juli 2014. Jenazah 298 korban pesawat MH17 saat ini sedang dalam perjalanan menuju Belanda. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.COTorez - Setelah sempat menolak memberikan akses, milisi pro-Rusia di wilayah timur Ukraina akhirnya menyerahkan seluruh jenazah korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 bersama kotak hitam pesawat nahas itu. 

    Milisi menyerahkan seluruh jenazah dan kotak hitam kepada tim ahli dari Malaysia yang ditugaskan ke lokasi jatuhnya MH17 lewat negosiasi alot. 

    "Ini dia, kotak hitamnya," kata pemimpin milisi Alexander Borodai di pusat Kota Donetsk, seperti diberitakan Reuters, Senin, 21 Juli 2014. (Baca:200 Kantong Jenazah MH17 Diterbangkan ke Belanda)

    Boronai menyerahkan dua kotak hitam pesawat MH17 itu kepada delegasi Malaysia di Donetsk, kota yang diproklamirkan milisi sebagai ibu kota negara mereka dan lepas dari Ukraina, pada dinihari tadi, 22 Juli 2014. (Baca:MH17 Dihantam Buk, Ini Percakapan Milisi dan Rusia)

    Anggota Dewan Keamanan Nasional Malaysia yang ikut dalam tim, Kolonel Mohamed, lalu mengecek dua kotak hitam itu. Dalam pertemuan itu, ia memastikan kondisi kedua kotak hitam yang diserahkan Borodai. "Kondisinya baik," ujar Mohamed. 

    Penyerahan 298 jenazah dan dua kotak hitam dilakukan bersamaan dengan disetujuinya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kasus jatuhnya MH17 di markas PBB, New York, Amerika Serikat. Resolusi yang digagas Australia dan disetujui secara bulat oleh seluruh anggota DK PBB menyerukan seluruh negara untuk bekerja sama membantu penyelamatan MH17 dan menuntut milisi membuka akses tanpa syarat apa pun untuk upaya penyelamatan dan penyelidikan. (Baca:Jenazah Korban MH17 'Disimpan' Separatis Pro-Rusia)

    Pesawat MH17 dengan rute penerbangan dari  Amsterdam menuju Kuala Lumpur jatuh karena diterjang rudal saat terbang di wilayah timur Ukraina pada Kamis, 17 Juli 2014. Seluruh penumpang dan awaknya tewas akibat terjangan rudal. Penumpang yang tewas itu berasal dari Belanda, Australia, Malaysia, Indonesia, Inggris dan Amerika Serikat. 

    USA TODAY | REUTERS | MARIA RITA

    Baca juga:
    Hendropriyono Pertanyakan Pencopotan Kepala TNI AD
    PM Najib "Tundukkan" Milisi Pro-Rusia
    Pengumuman KPU, Polisi akan Sekat Simpatisan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.