Ukraina dan Rusia Saling Menyalahkan Terkait MH17  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelurga ibu Heni mencari informasi terkait jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 18 Juli 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kelurga ibu Heni mencari informasi terkait jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 18 Juli 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhatian publik dunia terarah kepada Ukraina dan Rusia setelah pesawat sipil penumpang Malaysia Airlines MH17 jatuh semalam. (baca: Putri Kepala Pramugari MH370 Doakan Korban MH17)

    Pesawat itu jatuh di antara Krasni Luch di Luhansk dan Shakhtarsk di Donetsk. Namun, kedua pemerintah menyangkal jika mereka bertanggung jawab atas tragedi ini dan malah saling menyalahkan.

    Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengatakan peristiwa ini sebagai "aksi terorisme". Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin mengatakan kepada BBC dia menyadap percakapan telepon yang membuktikan pesawat itu ditembak oleh separatis pro-Rusia. (Baca: Tembak Jatuh MH17, Pemberontak Tertawa  dan Pemberontak Pro-Rusia Galau Saksikan MH17 Jatuh)

    Akan tetapi, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh pemerintah Ukraina memulai kembali operasi militer di kawasan yang dicoba direbut lagi oleh Ukraina dari pemberontak pro-Rusia. "Negara di mana wilayah udara itu terjadi adalah pihak yang bertanggung jawab," kata Putin. Pemimpin separatis Alexander Borodai menuduh pemerintah Ukraina menembak jatuh pesawat itu. (Baca: Pengamat: MH17 Ditembak Rudal Tekanan Tinggi)

    Menteri Pertahanan Ukraina mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada jet angkatan udara di kawasan itu dan tidak ada sistem rudal darat ke udara yang digunakan terhadap pemberontak.

    Pemerintah Inggris meminta pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan PBB untuk mendiskusikan krisis di Ukraina setelah kecelakaan.

    Sedikitnya 100 jenazah telah ditemukan di lokasi, kata seorang petugas evakuasi kepada kantor berita Reuters, dengan puing-puing pesawat tersebar di area seluas 15 kilometer. Sebanyak 13 warga negara Indonesia, termasuk dari 295 orang yang berada di pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di Ukraina.

    Imam Asyari, pejabat KBRI yang berada di Bandara Schiphol, mengatakan tengah menunggu pihak Malaysia Airlines mengeluarkan nama-nama penumpang pesawat.

    BBC | BUDI RIZA

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler:
    Pamer Busana Muslimah, Syahrini Dirisak Netizen
    Komnas HAM Pastikan Pemanggilan Paksa Kivlan Zen
    Malaysia Airlines Tertembak Misil Dekat Rusia

    SHARE: Facebook | Twitter




     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.