Abbot: MH17 Ditembak Pemberontak Pro-Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelurga ibu Heni mencari informasi terkait jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 18 Juli 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kelurga ibu Heni mencari informasi terkait jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 18 Juli 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Canberra – Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan bahwa “pemberontak yang didukung oleh Rusia” berada di balik penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah timur Ukraina yang berbatasan dengan Rusia. (Baca: Percakapan Pemberontak Usai Tembak Jatuh MH17)

    “Ini adalah hari yang suram bagi negara kita dan hari yang suram bagi dunia. MH17 ditembak jatuh di timur Ukraina dan tampaknya itu dilakukan oleh pemberontak yang didukung Rusia,” kata Abbot dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Malaysian Insider hari ini. (Baca: Pemberontak Pro-Rusia Galau Saksikan MH17 Jatuh)

    Abbot menegaskan bahwa ia berutang pada keluarga dari 27 warga Australia yang turut menjadi korban untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pesawat yang berangkat dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu.

    Australia, kata Abbot, akan memberangkatkan tim dari Departemen Luar Negeri ke Ukraina dan akan segera mengurus kepulangan jenazah secepatnya. “Kami bisa dan akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung mereka (keluarga korban) untuk menghadapi masalah Abbot,” ujar Abbot.

    Sementara itu, Australia masih terus memimpin pencarian pesawat Malaysia Airlines lainnya, MH370, yang hilang sejak 8 Maret lalu. Pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan awak kapal itu diperkirakan jatuh di Samudera Hindia, sebelah selatan Australia. Hingga kini pencarian belum juga membuahkan hasil.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE MALAYSIAN INSIDER

    Terpopuler

    Pesawat Malaysia Airlines Jatuh di Ukraina
    Penumpang MH17 Punya Firasat Bakal Celaka
    Ada 11 WNI di Malaysia Airlines MH17



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.