Istri Pimpinan ISIS Mantan Penata Rambut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saja al-Dulaimi (kanan), istri pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi (kiri).

    Saja al-Dulaimi (kanan), istri pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi (kiri).

    TEMPO.COBagdad - Kehidupan pribadi pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai jadi santapan publik. Setelah kemunculannya dan gunjingan tentang jam tangan mewah yang dikenakannya, kini siapa istri Abu Bakr al-Baghdadi mulai diekspos.

    Foto Saja Hamid al-Dulaimi, nama wanita itu, mulai muncul secara online sejak kemarin. Fotonya mulai muncul setelah pembebasan sekelompok biarawati yang diculik bulan sebelumnya di kota bersejarah di Suriah, Maaloulah.

    Sebuah video online pada saat pembebasan menunjukkan para biarawati yang diangkut oleh orang-orang bersenjata bertopeng yang melambaikan bendera Nusra Front, afiliasi al-Qaeda. Para aktivis mengatakan para biarawati dibebaskan dalam pertukaran untuk pembebasan tahanan perempuan yang ditahan oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

    Menurut laporan media, identitas Dulaimi pertama kali diungkapkan oleh Abu Maan al-Suri, anggota Nusra, yang mengatakan istri Baghdadi berada di antara tahanan perempuan yang dibebaskan. Dulaimi, menurut al-Suri, telah ditahan bersama dua putranya dan saudara bungsunya.

    Dia diketahui pernah menikah sebelum dipersunting al-Baghdadi. Suami pertama Dulaimi adalah seorang Irak bernama Fallah Ismail Jassem, anggota terkemuka Rashideen Army yang ditembak mati oleh tentara Irak di Provinsi Anbar pada 2010, menurut laporan media.

    Ada juga laporan yang belum dikonfirmasi yang menyebut Saja al-Dulaimi bekerja sebagai penata rambut. Yang lain mengatakan ia bekerja sebagai penjahit di Provinsi Anbar dan Al-Amryiah di Baghdad.

    Keluarga Dulaimi merupakan simpatisan ISIS. Ayahnya, Ibrahim Dulaimi, disebut sebagai amir ISIS di Suriah. Ia tewas pada September 2013 selama operasi terhadap tentara Suriah di Deir Attiyeh.

    Adiknya, Duaa, disinyalir berada di balik serangan bunuh diri yang menargetkan sebuah pertemuan Kurdi di Arbil, menurut beberapa laporan.

    AP | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.