Temui Oposisi Syiah, Bahrain Usir Diplomat AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara berjaga di atas kendaraan bersenjata di luar Kedutaan Amerika yang ditutup di Manama, Bahrain (4/8). Penjagaan di sekitar kedutaan semakin diperketat setelah adanya ancaman serangan Al-Qaeda. (AP Photo/Hasan Jamali)

    Seorang tentara berjaga di atas kendaraan bersenjata di luar Kedutaan Amerika yang ditutup di Manama, Bahrain (4/8). Penjagaan di sekitar kedutaan semakin diperketat setelah adanya ancaman serangan Al-Qaeda. (AP Photo/Hasan Jamali)

    TEMPO.CO, Manama - Bahrain memerintahkan seorang diplomat Amerika Serikat untuk meninggalkan negara itu pada hari Senin setelah ia diam-diam bertemu dengan kelompok oposisi Syiah terkemuka. Mereka menyebut diplomat yang diketahui sebagai Asisten Menteri Luar Negeri untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja Kementerian Luar Negeri AS, Tom Malinowski, ikut campur urusan dalam negeri Bahrain dengan mengadakan pertemuan itu.

    Bahrain merupakan negara kecil yang menjadi pangkalan Angkatan Laut AS Armada ke-5. Negara ini bergolak oleh protes yang digelar hampir setiap hari oleh kaum Syiah yang sedang mencari hak-hak politik yang lebih besar. Aksi ini terinspirasi oleh gerakan yang disebut Barat sebagai Arab Spring sejak awal 2011.

    Alih-alih mendengar suara oposisi, pemerintah Bahrain memilih menghancurkannya dengan bantuan negara Teluk lain. Mereka khawatir aksi mereka bakal merembet ke negara tetangga Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya dengan populasi Syiah.

    Malinowski yang tengah berada di Bahrain diam-diam bertemu kelompok oposisi Syiah Bahrain, Al Wifaq. Dia tiba di negara itu hari Minggu dan dijadwalkan untuk tinggal selama tiga hari di sana.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan pada Senin bahwa Malinowski masih di Bahrain. Menurut dia, Malinowski diutus untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendukung reformasi dan rekonsiliasi Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, terutama mengingat pergolakan Sunni-Syiah di tempat lain di kawasan Teluk.

    Psaki mengatakan bahwa AS "sangat prihatin" dengan pengusiran itu. Dia mengatakan kunjungan Malinowski awalnya disambut hangat dan bahwa pemerintah Bahrain "sangat menyadari bahwa para pejabat pemerintah AS secara rutin bertemu dengan semua masyarakat politik yang diakui secara resmi."

    "(Pengusiran ini) bertentangan dengan hubungan bilateral kita dan melanggar protokol diplomatik internasional," kata Psaki. "Tindakan ini tidak konsisten dengan kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Bahrain."

    AP | INDAH P

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler lainnya:
    Ricuh Pilpres di Hongkong, Ketua Bawaslu Dilempar Pembalut
    SBY ke Jokowi-Prabowo: Kalah Tak Usah Ngamuk!
    Ganggu Pilpres, Demo Pesawat Tempur Ditiadakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.